Burung Gereja dalam Mengeja Pelangi

February 25, 2011

Mengeja Pelangi. Begitulah judul bukunya. Buku karya seorang teman, sahabat, kakak tercinta saya bersama dengan seorang temannya. Tersusun atas kisah-kisah pendek yang dituliskan oleh mereka berdua, buku ini mempunyai warna tersendiri bagi saya. Jujur saja, baru malam kemarin saya membacanya lagi. Tidak berdasarkan urutan bagian seperti yang tertera pada daftar isi, tetapi acak menurut selera saya; bergantung pada bagian judul mana yang menarik minat saya saat itu.

Burung Gereja. Bagian judul itulah yang saya baca pada Kamis malam kemarin.

Karya ini pendek saja. Menceritakan burung gereja yang sedang bermain-main di halaman rumput. Enam burung gereja, berkejaran, bergoyang, dan salah satunya pun terbang mematuk pipi si penyair. Sungguh akhir yang tak terduga. Lucu dan menghibur.

Untungnya bagi saya, bagian Burung Gereja ini ditulis dengan bahasa yang sangat mudah saya pahami. Yah, karena saya termasuk orang yang susah memahami makna dibalik kata-kata yang terlalu puitis, maka kisah ini sangat menghibur saya.

Dalam pikiran saya, eh ya kok bisa-bisanya itu burung gereja tiba-tiba terbang mematuk pipi si penyair. Apakah pipinya itu tampak seperti makanan lezat yang layak untuk dicicip? Atau mungkin maksudnya si burung ingin mencium si penyair sebagai ungkapan terima kasih karena sudah membolehkannya bermain di taman? Atau apakah dia hanya tertarik dan penasaran dengan pipi tembem yang tampak empuk itu? Hihihihi,, Anyway.. cerita ini mungkin hanya salah satu pengalaman si penyair yang berkaitan dengan burung gereja. Tetapi cara menyajikannya itu yang bikin saya sampai terkikik geli saat tiba di akhir kisah yang sangat pendek ini.

Selanjutnya, saya akan membaca bagian judul yang lainnya juga. Buku ini memang layak untuk diacungi jempol. Mungkin kalau di tengah-tengah saya membaca mendadak saya kehilangan pemahaman tentang isi ceritanya, saya toh bisa langsung tanya ke si penulis. Hihihihi…

Sekali lagi, salut untuk penulis Mengeja Pelangi; Dini Kaeka Sari dan Penjejak Ilham [entah yang ini nama aseli atau hanya sekadar nama pena].

2 Responses to “Burung Gereja dalam Mengeja Pelangi”


  1. […] riview kawan Ishardini Jayanti, Sidoarjo, Jawa Timur […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: