Suatu Kamis Sore

February 28, 2011

Seperti yang sudah saya tuangkan di artikel Langkah Baru, saat ini saya resmi menjadi seorang tutor. Memasuki bulan Maret, jam kerja saya pun bertambah. Kamis sore, 24 Februari kemarin adalah trial pertambahan jam kerja saya.

Jadwal resmi tambahan jam mengajar saya seharusnya mulai 1 Maret 2011. Saya diminta untuk mengajar siswa kelas 6 SD, persiapan menghadapi UAN. Hanya saja trial pertambahan jam saya adalah mengajar siswa SD kelas 2 mata pelajaran Bahasa Inggris. Waw!!

Siswa yang mengikuti kelas Bahasa Inggris ini hanya 3 anak, 2 perempuan dan 1 laki-laki. Sebut saja mereka itu Tassa, Krisno, dan Ratu. Tassa, berbadan tambun dan agak sensitif. Krisno, satu-satunya laki-laki dan sangat jail. Ratu, sekelas dengan Krisno di sekolah dan cepat tanggap. Saya lihat Tassa sering kali menjadi korban kejailan Krisno dan Ratu. Hadeuh,,, Walaupun hanya bertiga, hebohnya ngalahin pasar. Wauuuww~~~~ Mereka ini adalah anak-anak yang superaktif, baik dalam berpartisipasi maupun dalam kejailan. Saat pertama memperkenalkan diri, mereka benar-benar sudah tidak bisa duduk diam di kursi. Haddoohh,, betapa hebohnya kelas saya itu sampai ditegur saking berisiknya. Saya cuma bisa ngikik dan meminta mereka untuk sedikit lebih tenang.

Di tengah saya mengajar, tiba-tiba saja saya mendapatkan pesawat kertas dari Tassa. Dia bilang, “Ini buat bu guru, di dalemnya ada tulisannya. Tapi jangan sampe ketauan sama Ratu dan Krisno ya.” Saya terima pesawatnya dengan rasa penasaran. Ratu dan Krisno yang melihat Tassa memberi saya pesawat berusaha merebutnya dari saya. Hihihiihi,, saya penasaran dengan isi pesannya.

Okelah, saya berikan mereka 10 soal karena waktu masih tersisa 15 menit lagi. Benar-benar perjuangan mengajar kelas ini. Saat mereka berkonsentrasi mengerjakan soal yang saya berikan itulah saya membuka pesawat kertas yang diberikan Tassa dan membacanya. Sungguh tercengang saya dengan isi pesannya. Aduh, masih SD tapi sudah begini. Etis tidak ya kalo saya tulis pesannya di sini?? Lebih baik tidak, karena itu adalah rahasia saya dan Tassa. Tapi saya jadi prihatin dengan isi pesan itu. Saya akan coba pantau perkembangan mereka kalau kelas ini dipercayakan ke saya.

Anyway, akhirnya mereka selesai juga mengerjakan soal yang saya berikan. Saya koreksi, lalu mereka berdoa dan pulang. Ini adalah kelas terbising saya selama pengalaman saya menjadi tutor. Dahulu, sewaktu saya menjadi tutor SD di tahun 2008, saya kira kelas saya tidak sebising ini padahal siswanya lebih dari 10. Hihihihi,, benar-benar sebuah petualangan baru untuk saya menangani siswa SD.

——————————————————————-

Senangnya berada di masa kanak-kanak. Pada masa itu, saya masih senang bermain. Belajar siy hanya sebagian kecil dari waktu saya saja. Hihihihihi,, Kalau diingat-ingat, itu adalah kenangan manis. Bermain di luar bersama teman karena permainan digital masih belum marak, masih merupakan barang mewah. Banyak sekali permainan tradisional yang kami lakukan, tapi itu sebaiknya untuk cerita berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: