Kemarin sore waktu di perjalanan pulang kantor, saya melihat ada  sepasang lagi ngobrol di pinggir jalan. Eh kok mendadak saya keingetan juga dulu pernah ngobrol di pinggir jalan sampai seharian penuh, sampe malam malahan. Aduh.

Kalau tidak salah itu termasuk dalam sejarah perburuan saya.

satria.. satria.. satria..

Yak, semboyan di atas itu adalah garis besar perburuan saya. Berburu satria. Apa sih satria? Itu lho motor Satria keluaran Suzuki.

Waktu itu saya bener-bener kepincut sama motor itu untuk alasan yang akan saya simpan sendiri. Sampai-sampai banyak orang terlibat di dalam perburuan saya. Termasuk om Azz saya dan staf saya yang notabene ‘ahli motor’.

Okelah, cerita obrolan pinggir jalan dimulai pada tanggal 17 Agustus. Upacara benderalah kita di kantor. Malam sebelumnya saya dapat kabar kalau saya boleh datang ke rumah penjual untuk cek kondisi motor satria itu. Oke, berhenti dulu sampai sini.

Upacara pastinya pagi ya, kalo kesiangan mah ntar pada kepanasan. Rencananya setelah upacara ada acara lomba 17-an. Cuman saya lagi males ikut lomba dan kepengen cepetan liat motornya. Saya sms-lah itu orang yang mau jual satrianya. Saya bilang akan datang setelah upacara. Janjian selesai.

Nah, ada satu lagi masalahnya. Karena termasuk golongan pendatang, jadilah saya ga tau jalanan Jakarta nan riweh itu. Akhirnya saya ngadu ke staf saya itu trus ternyata dia mau nganter saya. Dengan catatan tapinya–untuk catatannya juga saya rahasiakan.

Ternyata tak disangka, staf saya itu–sebutlah De–sedang menunggu kehadiran seseorang–sebutlah Sa. Yah, laiknya orang lagi naksir lah, nunggu pujaan hati :D. Sayangnya ternyata pujaan hati tak datang, dan akhirnya jadilah saya cuma berdua saja sama staf saya itu meluncur ke alamat yang dituju. Kalau ga salah di daerah sekitar Pondok Gede.

Eh, tapi saya agak kuatir karena sms saya belum dibalas sama si empunya, tepatnya alamat rumahnya di mana. Cuma janjian ketemuan di pojokan mana gitu, nanti dijemput. Saya dan De akhirnya sampai juga di tempat janjian. Karena si empunya belum nongol, akhirnya kami nongkrong di pinggir jalan sambil nunggu kabar. Mumpung ada abang tukang soto, sekalian lah kita makan pagi. Hohohohoho.

Nah, setelah obrolan panjang lebar masuklah itu sms yang mengabarkan kalau si empunya satria ga jadi ngejual motornya. Ealah, sudah lama nunggu di tempat janjian taunya 1 sms itu mengacaukan semuanya. Yasudah, daripada bete, saya lanjut aja ngobrolnya sama staf saya itu.

Kalau diingat, kok ya betah kami berdua nongkrong di pinggir jalan gitu. Ngobrol ngalor ngidul soal motor, kabar kantor, motor lagi, kabar kantor lagi, dan akhirnya berujung ke curhat pribadi. Hahahhaha.. Kocak abis.

Menjelang maghrib, apa daya perut udah keroncongan. Kami meluncur lagi cari tempat makan yang searah jalan pulang. Eh, sampai tempat makan malah keterusan ngobrol lagi. Nah, waktu itu si De sempat nelpon si Sa. Ada-ada aja. Untungnya ga ada salah paham itu saya ngobrol berdua sama si De seharian.

Kenapa ingatan itu tiba-tiba muncul ya? Padahal sudah lama saya lupa kejadian itu. Eh pas liat itu mba-mba sama mas-mas kongkow di pinggir jalan kok jadi ingat lagi. Hehehhe.

Akhir cerita, saya gagal dapat satria hari itu, tapi ternyata hari itu juga ga buruk-buruk amat. Terima kasih untuk De yang selalu membantu saya dan Sa yang juga udah baik banget sama saya ;p

Dan ini adalah hasil akhir perburuan saya, yang melibatkan banyak orang. Terima kasih semuanya!! ^_^

kira

kira

17 Agustus vs 17 Ramadhan

August 19, 2011

17 Agustus–Independence Day

independence day

Bendera di depan rumah

Yoyoi… tanggal merah niy. Libur euy. Karena kantor saya kecil, jadinya ga ada upacara bendera.

Biasanya, malam sebelum tanggal 17 Agustus, orang-orang pada kumpul buat ‘melekan’. Ato istilah familiarnya ‘tirakatan‘. Penghuni kompleks pada kluar, makan bareng, tumpengan, bagi-bagi hadiah lomba 17-an.

Tahun ini rasanya sepi banget. Apa karena malam 17 Agustus kali ini barengan sama malam 17 Ramadhan ya? Jadinya orang-orang lebih milih mengaji. Eh, tapi ga juga. Buktinya di RW sebelah, penduduknya tetep ngumpul dengan meriahnya. Lalu apa yang membuat RT saya sepi nyenyet ya?

Setelah 3 tahun merantau, ternyata situasi di kompleks saya banyak berubah. Penghuninya banyak yang pindah alias banyak rumah kosong. Sebagian rumah sudah dihuni oleh generasi kedua. Kelompok paling konsisten di kompleks saya adalah kelompok ibu PKK.

Kalau dulu waktu kecil, masih sering itu ada lomba 17-an untuk anak-anak dan bapak-ibu. Ada lomba balap karung, tarik tambang, voli, sepak bola, makan kerupuk, gigit koin, masukin pensil ke botol, etc. Eh sekarang nyatanya sepiiiii. Ga ada lagi itu yang namanya karang taruna.

Yah, saya sih emang dari dulu ga ikutan gabung karang taruna karena saya super males kalo pas ngumpul cuma ngomongin gosip. Mending saya tidur aja di rumah deh 😀

Sepulang tarawih, saya melintas di jalanan RW sebelah. Wow, tikernya sudah digelar lengkap dengan sound system yang mengumandangkan lagu wajib diselingi dangdut. Hohoho,, tampaknya meriah. Ditambah lagi ada aksesoris umbul-umbul warna-warni yang dipasang di sudut jalan, rangkaian bendera kecil yang diselingi lampion. Wiiyy,, ditambah tumpeng makin mantab itu.

Lalu saya sampai di rumah. Situasi gang saya sangat sepi. Jauh dari kemeriahan 17-an. Umbul-umbul pun hanya dipasang di sudut tertentu. Aduh, sedihnya. Saya kangen meriahnya malam 17-an waktu saya masih kecil dulu. Bahkan ada panggungnya juga.

Yah, eniwei, masih ada RW yang meriah ngerayain malem 17-an. Dan saya akhirnya juga ga ngapa-ngapain di rumah.

Dirgahayu Indonesia ke-66
Semoga bisa menjadi negara maju yang disegani, rakyat semakin makmur, dan pemerintah semakin bijak.

17 Ramadhan–Nuzulul Quran

Sebelum tarawih dimulai, ada ceramah singkat dari pak ustadz. Ceramahnya sedikit lebih lama dari biasanya karena sekalian pengajian dalam rangka Nuzulul Quran. Menurut saya ceramahnya menarik, hanya saja kurang pas kalau untuk kalangan masyarakat semi-pedesaan.

Isi ceramahnya tentang matematika Al-Quran. Ada banyak hal yang belum saya tahu [eh tapi mungkin emang sayanya aja yang ga perhatian]. Rasa ngantuk langsung digantikan rasa tertarik dan penasaran. Oh, jadi ternyata gitu tho.

Jumlah kata malaikat sama dengan jumlah kata syaitan dalam Al-Quran. Pun demikian dengan kata dunia-akhirat, etc. Hmm.. kata ustadz-nya semuanya sudah diatur dan seimbang. Usaha tidak akan berhasil kalau tidak ada pertolongan Allah. Iman harus seimbang dengan ilmu, akal seimbang dengan kalbu.

Al-Quran selalu dibaca sekalipun yang baca ga paham maksudnya apa. Tapi dengan membaca berulang-ulang, sedikit demi sedikit akan paham juga. Iqra’ [bacalah] mencakup lingkup yang luas.

Tambah ilmu lagi deh saya. Asik. Dan ada bonus kue lagi 😀

*Telat diposting karena inetnya lagi lemooottt.

Postingan saya kali ini adalah sebuah renungan pribadi. Saya tergelitik dan akhirnya memutuskan menuangkannya di kastil saya tercinta ini.

Hmm.. ya suasana Ramadhan. Pastinya semua berlomba-lomba memperbanyak ibadah demi mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

Tarawih [slash] traweh [slash] teraweh, bahasa atau tulisan apa pun yang dipakai, tetap orang tau apa yang dimaksud. Yak, sholat sunnah yang dianjurkan selama Ramadhan.

Sekarang sudah malam ke-17 Ramadhan. Malam turunnya Al-Quran pertama kalinya–Nuzulul Quran. Dan untuk kesekian kalinya saya melihat mas-mas itu, selalu memakai kemeja dan sarung hijau pudar yang sama setiap malamnya.

Saya tahu namanya, sejak dulu juga saya tahu. Mas-mas itu cukup terkenal di kompleks perumahan saya. Bukan karena gantengnya, kayanya atau kemonceran duniawi lainnya, tapi terkenal karena perilakunya yang agak tidak biasa.

Saya sebut tidak biasa karena memang mas-mas itu tidak seperti orang kebanyakan. Jujur saja, orangnya polos karena memang cara berpikirnya yang berbeda. Anda bisa menarik kesimpulan sendiri apa yang dimaksud dengan “tidak biasa” itu. Kalo istilah jawanya “ga jangkep”.

Saya tidak tahu mas-mas itu sebenarnya putera siapa. Dari isu yang beredar, mas-mas itu diasuh oleh neneknya. Yah, apa pun itu, rasa hormat saya tidak berkurang. Saya tetap salut dengan mas-mas itu.

Dia rajin sekali ibadahnya–terlepas dari dia benar-benar paham atau tidak sebenarnya. Dan Ramadhan kali ini adalah pertama kalinya saya melakukan tarawih di kompleks saya. Maklum, setelah lama di rantau. Saya sering melihat mas-mas itu berada di halaman masjid saat menjelang adzan Isya. Mungkin juga udah dari Maghrib dia ada di masjid. Kemudian dengan polosnya ikut sholat berjamaah–bukannya merusuh seperti orang “ga jangkep” lainnya.

Mau tidak mau, karena mas-mas itu seringnya cangkruk di halaman masjid, saya pun lama-lama memperhatikan. Dia selalu datang ke masjid dengan pakaian dan sarung yang sama. Tempat sholatnya pun sama, tidak di dalam masjid, tapi di bagian luar [karena yang di dalam sudah penuh]. Sholatnya tanpa sajadah–yah, emang ga penting-penting amat sih sajadah.

Yah, jadi intinya apa postingan saya malam ini?

Intinya, saya benar-benar salut dengan mas-mas itu. Terlepas dari ketidaknormalannya dibandingkan dengan yang lain, dia tetap rajin beribadah. Lalu saya pun bertanya pada diri saya sendiri, apa saya lebih baik dari mas-mas itu? Saya tergelitik untuk merenungkannya.

Ternyata, kemeja dan sarung hijau pudar yang dipakai mas-mas itu tetap tampak di mata. Tidak peduli seberapa bagusnya kemeja dan sarung jamaah lainnya. Dan mas-mas itu sudah benar-benar mulai mengubah konsep saya tentang penampilan.

Hai mas-mas, tetaplah rajin beribadah ya. Anda sukses membuat saya iri dengan kerajinan Anda.

Ramadhan euy, pastinya banyak lagu religi yang bermunculan. Tapi ada satu lagu yang lagi tren dijadiin backsong acara TV. Yak, lagunya Maher ZeinInsha Allah.

Sinetron en tayangan TV Ramadhan pada berjamaah pake backsong Insha Allah. Memang ga salah milih lagu ini, bisa memotivasi pas lagi ga semangat.

Ini nih liriknya:

Everytime you feel like you cannot go on
You feel so lost
That your so alone
All you is see is night
And darkness all around
You feel so helpless
You can’t see which way to go
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side

Insha Allah x3
Insya Allah you’ll find your way

Everytime you commit one more mistake
You feel you can’t repent
And that its way too late
Your’re so confused, wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame

Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insha Allah x3
Insya Allah you’ll find your way
Insha Allah x3
Insya Allah you’ll find your way

Turn to Allah
He’s never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray

OOO Ya Allah
Guide my steps don’t let me go astray
You’re the only one that showed me the way,
Showed me the way x2
Insyaallah x3
Insya Allah we’ll find the way

Yak, Mr Maher Zein, semoga semakin berkah ya lagunya. Banyak orang dari pelosok Indonesia jadi ngefans sama Anda lho 😀

Harry Potter 7 Part 2

Last Saturday nearly Ramadhan, I wish to watch Harry Potter 7 Part 2 in cinema.

We’re very lucky, I guess, that this movie is played in our cinema. Since there is tax problem for import movies, about 2 months or so box office movies didn’t play at the cinemas.

And yeah, as preparation I decided to go see it after work. Before going, I click the cinema site to see the schedule. It play in 4 studios. Okey then, I ride full speed to the cinema near my house. I hope I still got the ticket.

Uwaaa,,, when I arrived, people are everywhere. Parents, childrens, teenagers all are around. They intended to watch HP7. OMG!

After waiting for about 15-20 minutes, I got the ticket. Unfortunately, it’s the front seat. Meaning, not so comfort to watch movie on such wide screen in that short distance. Hell! No matter what, I have to. Because this is my last chance. I’ll be so lazy if I have to go anywhere while fasting.

Story goes on
Harry have to face voldy in final battle. The hunting of horcruxes, Snape’s death, Order’s member death, this movie is full of emotion. Snape’s eternally loving Lily. Harry have to surrender so that Voldy can kill him.

The deathly hollow finally united, but the invisibility cloak is not shown up when Harry open the snitch. Lil’ bit different with the book but still fascinating.

Anyway, this last movie of Harry Potter is perfect.

Next turn is Transformer: Dark of the Moon. I hope it still in cinema after Ramadhan.

Car Flannel – First Try

August 14, 2011

Here we go again.

This Sunday morning, I’m intended to finally did my stitching. It’s all about flannel craft that my friend showed me not long ago. This is my first try. My very first car flannel.

First, I made my own pattern. Car pattern to be specific. Why I choose car? That’s because someone asked me. Okay, I accept that challenge.

I draw the pattern to pink flannel. I planned to make 3D car before, but when I realize I hadn’t any dacron to fill, then I just want to try my stitch skill.

I cut the pattern and stitch it. And yeah, after an hour or so, it done!

This is the picture of the car flannel.

kreasi flanel

no wheel, looks like UFO

Not so neat, ay? Hahaha.. I’m lucky I still can do the stitch without even hurting my fingers. Ill try it again until I get the best. Never too late to learn, isn’t it?

Bedtime Story

August 12, 2011

Hoam,, ngantuk saya. Tapi sebelum tidur saya mau posting dulu ah.

Bedtime story

cerita pengantar tidur

Waktu kecil sih jarang banget dibacain cerita pengantar tidur. Waktu udah bisa baca, saya pinjem buku cerita dari tetangga untuk dibaca sebelum tidur. Saya inget banget waktu itu saya iri karena tetangga saya itu punya banyak buku cerita bergambar yang bagus.

Beberapa buku yang saya pinjam itu sih cerita klasik semacam Cinderella,Thumbelina, Putri Salju. Gambarnya bagus banget. Yah, namanya juga anak kecil, pastinya tertarik dengan gambar yang bagus.

Karena tetangga saya itu udah baca semua bukunya, jadinya saya pinjem aja deh semuanya. Lama banget bukunya baru saya balikin. Nunggu sampai saya hafal semua cerita dan dialognya. Hehehhe,, Untungnya bukunya ga kusut saya tidurin 😀

Ternyata ceritanya bagus. Dan kebiasaan membaca sebelum tidur itu berlanjut sampai saya udah gede. Biar tidurnya pules, saya sering baca novel dulu. Ada kepuasan tersendiri. Kalau tidak punya bacaan yang baru ya saya baca novel yang lama-lama.

Sejauh ini cerita favorit saya masih novel Harry Potter. Kadang kalo udah bosen baca kesekian kalinya, ganti komik dulu. Hehehhe…

Yah, itulah sekedar sharing ga jelas tentang bed time story. Sekarang saya mau baca sedikit sampe ketiduran.

Happy reading ya!!!