CS Life – Crazy Day

September 30, 2011

Hey, it’s me again. Long time no see–oops–long time not talking. Okay, I’ll just write about how crazy my job for the past few weeks.

I work at online store as a junior copywriter for the past 3 months. But then, when one of the employee is resting, I’m becoming the one who handle her job. What is it? Customer service—CS—and product checker.

Me, I was thinking that myself is adaptable, flexible, and can do multiple tasking. Yeah, quite right. Right after Lebaran, my job is handling customer via YM and phone and also direct sale without any training. It’s not my nature to become friendly with others.

For the first, I have to know every product we have promoted on the web. I knew some of the new products but I have to read and learn the older posts of other products. A bit confusing, but I learn fast.

A week goes by and come another week. I made mistakes, of course. But my boss is guiding me. And I get use to it. I’m not getting crazy with this.

The craziest day of me becoming a CS was yesterday. Too many messages asking for detail info and the phone don’t stop ringing. I can’t even talk to my fellaz. Yeah, just reading, answering questions, counting total cost, answering phone calls, yet serving the guests. Oh my.

I still have to learn lots to become good CS. How to answer customer’s complaint, how to ask them for waiting me while I’m answering phone calls or serving the guests? Fiuff. Yesterday was a long day and tiring.

While doing this CS stuffs, little by little I get too far from my origin jobdesc. When I saw the jobdesc notepad, I don’t see any CS things on my list. Still the old jobdesc. I take this responsibility automatically right after my friend asks some times for resting. Yet, my boss didn’t do any revision on those lists. Okay, if nobody is complaining, I’ll just do what I have to do. Serving customer is the most priority.

Advertisements

Eh, malem minggu kemarin saya iseng bongkar-bongkar CD lama saya. Pengen tau saya punya stok apa aja. Biasalah,, setiap malem minggu acara film-nya kadang kurang memuaskan. Eh, ternyata ada beberapa yang belum pernah saya tonton malah. Beberapa koleksi yang ada di lemari adalaaaaaaaaaahhh:

1. Serial Heroes
2. Geisha
3. Red Rose
4. Harry Potter
5. Yamada Taro Monogatari [ini hasil burn sendiri]

Akhirnya saya memutuskan nonton drama jepang Yamada Taro Monogatari saja. Kalau diingat-ingat, ceritanya kocak. Lumayan lah buat tontonan malem mingguan.

yamada taro monogatari

Alkisah ada seorang cowo yang super miskin tapi brilian. Anak pertama dari 7 bersaudara. Sekolah di sekolahan elit berkat beasiswa dan masuk ke kelas unggulan. Selalu memanfaatkan kesempatan untuk cari uang dengan kerja part time dan belanja saat ada diskon besar-besaran. Biar murah.

Demi memenuhi kebutuhan keluarganya, kerja sampai pagi pun dilakoni. Karena masuk di kelas unggulan, tampangnya yang ganteng pun memikat cewek-cewek satu sekolahan. Ada satu lagi cowok ganteng, brilian, dan tajir—Mimura—yang didemenin cewek-cewek. Sesuatu hal membuat mereka bersahabat. Lalu, saat si Taro perlu uang untuk beliin sarung tangan baseball buat adeknya, si Mimura menawari Taro untuk kerja part time di rumahnya.

drama jepang

Hal-hal lucu terjadi. Ga nyesal saya nonton lagi drama jepang itu. Memang ada kesan yang dibuat-buat, tapi ga sekonyol sinetron kita di Indonesia.

Ayolah para produser sinetron, buatlah tayangan yang bermutu. Bukan tayangan yang isinya makian, cacian, baju mini, hal-hal yang di luar rasional yang bisa membodohi masyarakat. Juga jangan cuma jual tampang artisnya. Kasian kalo artis/aktornya cantik/ganteng tapi sinetronnya ga mutu.

Mungkin itulah salah satu penyebab yang membuat drama jepang, korea atau mandarin lebih digemari anak muda Indonesia. Jadikan sinetron sarana untuk mendidik masyarakat agar lebih tegar menjalani hidup. Saya jadi kangen sinetron macam Keluarga Cemara.

Okelah, sekian dulu cuap-cuap saya. Sampai jumpa lagi.

Tahun ini ada perbedaan penetapan 1 Syawal 1432 H— Idul Fitri. Oke, untuk tahun-tahun sebelumnya memang saya cuek saja soal penanggalan Hijriyah dan penetapan 1 Syawal. Tapi tahun ini mendadak saja ada yang terlintas di kepala saya.

Kalau penetapan tanggalnya berbeda, bukankah untuk seterusnya juga akan terjadi perbedaan ya?

Anggap saja Ramadhan ini seperti bulan Februari-nya tahun Masehi. Kalau jumlah hari di bulan Februari adalah 28, maka setahun ada 365 hari. Kalau jumlah harinya 29 ya setahun ada 366 hari. Nah, kalau jumlah hari di bulan Ramadhan berselisih 1 hari, 29 dengan 30, bukankah jumlah hari dalam setahun juga akan selisih 1 hari untuk seterusnya?

Lalu mengapa di periode sebelumnya hanya ada perbedaan penetapan 1 Syawal saja? Untuk penetapan 10 Dzulhijjah—Idul Adha—tetap bersamaan. Apakah ada jumlah hari yang tidak sama lagi ya?

Yah ini sih selintas pemikiran yang muncul di kepala saya yang awam tentang penanggalan dan jumlah hari. Bingung saya mikir ketinggian. Hehehe.. Kalau ada yang bisa menjelaskan ke saya hal detailnya, mohon pencerahannya. Kok saya masih kepikiran ya.

perbedaan penetapan 1 syawal

Please, explain me

Mumpung masih dalam suasana Lebaran, eh bulan Syawal, saya mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1432H
Taqabalallahu minna waminkum, Taqabbal yaa karim

Pada kemana niy pas lebaran? Mudik atau tetep stay di rumah? Yah, lebaran di manapun tetep jadi ajang kumpul keluarga ya.

Sehari sebelum lebaran saya udah sampai di desa tempat kelahiran ibunda. Tradisi tiap lebaran memang pulang kampung alias mudik. Kalo kampung saya mah asli kompleks pinggiran Sidoarjo. Hehehe

Karena siangnya lagi ga ada kerjaan, jadilah kami memutuskan jalan-jalan ke pantai dekat kediaman nenek saya. Pantai yang jauh udah pernah dimainin kok yang dekat malah belum pernah. Jadinya kami sekeluarga, termasuk nenek dan bude saya, main ke pantai. Itung-itung wisata keluarga.

Karena ga tau nama pantainya, jadinya kita ga tau juga arah tepatnya ke mana. Cuma ada perkiraannya aja. Di persimpangan tanya penduduk sekitar dan dikasih arah ke Pantai Jatimalang.

Sesampainya di lokasi, wiiiiiiiiyyy… ternyata pantainya sejuk. Ga begitu besar siy pantainya, tapi tetep asik. Airnya dingin. Wuuuzzzz…. Malah ada kolam renang mini juga buat anak balita yang pingin main air ­čśŤ

wisata keluarga

grandma with her two daughters

Tumben itu si embah mau diajak pergi jalan-jalan. Biasanya ga mau. Jadilah beliau bernostalgia di pantai. Kalo kata bude dan bulek saya siy si embah ke pantainya waktu jaman masih muda belia.

Di sekitar area pantai ada banyak rumah makan yang menyediakan menu seafood. Tinggal pilih aja mau warung yang mana. Rasanya enak lah, ga mengecewakan. Dan lagi harganya terjangkau.

Kalau ada yang pingin ke pantai dengan harga masuk yang murah dan suasana yang sejuk, bisa jajal Pantai Jatimalang. Lokasinya di Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah. Ikuti aja jalan Daendels, ntar pasti ada papan petunjuknya.

Recommended place lah pokoknya. Memang sih pantainya kecil, tapi cukup lah untuk wisata keluarga. Apa lagi yang punya anak kecil, bisa sambil main di kolam mini.