Sepenggal Kisah Seorang Ibu

October 11, 2011

Perjalanan hari yang kesekian dengan bus kota.

Sore tadi saya nebeng temen sampai di puteran dekat terminal Bratang. Sudah beberapa hari saya menghabiskan 30 menit berjalan kaki dari kantor ke terminal Bratang. So, tebengan kali ini adalah kesenangan tersendiri. Tapi bukan masalah nebeng atau jalan kakinya yang ingin saya ceritakan. Tulisan saya kali ini adalah sepenggal cerita seorang ibu.

Yak, seperti biasa saya dari Bratang ke Bungur naik bus kota. Kali ini saya bersebelahan dengan seorang ibu yang sudah berumur. Selama perjalanan, beliau menceritakan kisah hidupnya secara singkat.

Ternyata beliau naik bus kota ini hendak pulang ke Sidoarjo. Beliau baru saja pulang dari rumah sakit jiwa tempat anaknya dirawat. Entah mengapa anaknya jadi sering ngamuk dan jarang makan. Setelah dikabari pihak RS kalau anaknya baru saja jatuh, si ibu langsung meluncur dan nekad menunggui anaknya.

Si ibu bercerita tentang kondisi anaknya yang boleh dikata tidak stabil. Sering marah dan memukuli beliau. Padahal si anak termasuk anak yang jujur dan ga nakal. Tak pelak si ibu berpikir, mungkin ini hukuman dari Tuhan atas salah dan dosa yang pernah beliau dan suami lakukan.

Beliau kemudian bercerita tentang kehidupannya saat masih muda. Sebagai keturunan orang tionghoa, orang tuanya tidak bisa berbahasa Indonesia. Beliau baru belajar membaca dan menulis saat ada program pemberantasan buta huruf. Beliau tidak berkesempatan mengenyam pendidikan dan sudah harus bekerja di usia muda demi membantu orang tua. Berangkat kerja dengan jalan kaki pun dilakoni.

Si ibu menikah dengan seorang pria asal Jakarta. Beliah dikaruniai 5 anak. Saat ini hanya tinggal 2 orang anaknya yang masih hidup. Putrinya yang adalah seorang wirausahawan dan putranya yang sedang sakit. Putrinya sudah menikah dan sudah punya cucu. Tapi anaknya yang laki dan sakit belum menikah sehingga beliaulah yang mengurusnya

Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah memang bukan ungkapan yang berlebihan. Si ibu yang sudah renta~kalau ga salah umurnya sekitar 70 atau 80 tahun~dan sudah didera beberapa penyakit pun masih sanggup menempuh perjalanan dari Sidoarjo ke Menur seorang diri. Sebegitu besarnya perhatian dan kasih sayang ibu pada anaknya.

Lalu cerita bergulir pada saat beliau masih menikah. Sang suami bekerja jauh di Jakarta. Pulangnya hanya 3 atau 6 bulan sekali. Dan jarang memberikan uang untuk keperluan hidup keluarga. Anak-anak beliau hanya bersekolah hingga kelas 4 SD. Jika sudah mengenal huruf, bisa menulis dan berhitung, berhentilah sekolahnya. Tapi tak lantas hanya putus sekolah, beliau mengikutkan anak-anaknya kursus menjahit dan keterampilan lainnya. Dengan harapan suatu saat bisa memulai usaha sendiri.

Upaya beliau membuahkan hasil, ada anaknya yang sukses di Jakarta dan Surabaya. Hanya saja, usaha anaknya yang di Jakarta dibakar dengan tidak bertanggung jawab. Dan si anak jatuh sakit hingga akhirnya meninggal. Sekarang hanya tinggal menantu dan cucunya.

Anaknya yang di Surabaya juga sukses. Punya usaha jahitan dan lainnya. Si anak memutuskan untuk masuk Islam dan berencana naik haji. Uang sudah terkumpul, tapi musibah menimpa. Anaknya terkena kista dan harus menjalani operasi dan pengobatan sehingga tabungannya habis. Sedikit demi sedikit mengumpulkan lagi. Tapi sekali lagi abis untuk biaya operasi dan obat anaknya yang juga menderita kista.

Si ibu pun menjadi putus asa. Anaknya yang pertama meninggal karena kanker. Anaknya yang masih hidup pun tak luput dari cobaan. Si ibu pun terceplos “bohong kalau Tuhan ngasih cobaan yang sesuai dengan kemampuan umat-Nya”. Begitu putus asanya hingga doa yang dipanjatkan “ambil saja nyawa saya, jemput pulang. Asal anak saya bisa sembuh. Saya sudah siap dijemput.”

Itulah, sepenggal kisah sayang seorang ibu kepada anaknya. Rela melakukan apa pun demi kesembuhan dan kebahagiaan anak-anaknya. Semoga bisa membuat kita lebih mencintai ibu kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: