Review: Vampire Academy Movie 2014

March 6, 2014

Ini dia yang ditunggu-tunggu movie Vampire Academy. Akhirnya rilis juga setelah novelnya terbit beberapa tahun silam.

vampire academy book

book cover

Saya ini sebenarnya penggemar cerita-cerita fiksi macam vampire, Dracula, sihir, dll. Beberapa film dan seri TV tentang topik vampire yang sudah ditonton seperti Blade, Dracula, Interview with a Vampire, dan saatnya sekarang yang terbaru versinya Richelle Mead, Vampire Academy (jujur saya ga nonton seri-nya si vampire bling-bling itu, terlalu lebay buat saya).

Okay, akhirnya setelah beberapa waktu terserang flu, akhirnya kemarin sempat juga saya nonton movie ini. Awalnya takut banget kalo movie-nya ga sebagus novelnya. Hmm,,, yah, ada standar-standar tertentu yang bikin sebuah film jadi sebagus versi novelnya. Salah satu film berbasis novel yang menurut saya gagal adalah Eragon. No offense, saya kecewa banget sama movie yang satu itu padahal saya suka banget novelnya.

Lanjut, pastinya penggemar novel ini sudah tau garis besar cerita Vampire Academy ini seperti apa. 2 remaja (1 vampir Moroi dan 1 dhampir) yang kabur dari sekolahnya karena alasan misterius yang sebenarnya mereka sendiri ga ngeh. Cuma dibilang ada yang mengincar si Moroi, Lissa alias Vasilisa Dragomir, keturunan terakhir keluarga bangsawan Dragomir, penerus tahta. Ehm. Dan akhirnya si sohib, Rose alias Rosalie Hathaway membawa kabur Lissa dari sekolahnya.

Kalau menurut opini saya, movie yang satu ini layak banget ditonton oleh pembaca novelnya Richelle Mead. Kenapa? Ada beberapa alasan yang bikin saya suka banget movie ini.

fave character: Dimitri

fave character: Dimitri (grabbed from eonline.com)

  1. Cast-nya cocok untuk karakter yang ada di dalam novelnya. Tadinya ekspektasi saya untuk tokoh Dimitri adalah cowok Rusia yang cakep banget. Well, meskipun si Danila Kozlovsky ga ganteng banget, tapi karakternya cocok untuk memerankan Dimitri yang tangguh. Dan saya terpukau sama rambutnya yang aduhai syalala itu😀
  2. Scene yang ditampilkan cukup lengkap. Scene berawal dari kost yang ditinggali Lissa dan Rose selama masa pelarian, scene pertemuan Lissa dengan Christian di ruang rahasia, sampai scene pembebasan Victor Dashkov oleh Natalie yang akhirnya harus mati di tangan Dimitri. Tampilan scene memang singkat, tapi benar-benar sesuai dengan novelnya.
  3. Durasi tidak terlalu panjang. Kalau yang ini mungkin karena isi novel Vampire Academy ada banyak komentar-komentar opini Rose (karena ini ditulis dari sudut pandang si Rose ya) dan sebenarnya garis besar cerita tidak terlalu njelimet.
  4. Scene romance dan action dikemas apik, tidak terlalu berlebihan. There are kisses and yes, you know, some action between Rose and Dimitri when they are affected by the enchanted necklace given by Victor tapi itu semua ditampilkan secukupnya. Dan saya cukup puas dengan pengemasannya. Bahkan scene saat Lissa di-bully dengan rubah mati dan akhirnya Oscar si kucing juga mati, tidak ada darah yang berlebihan.
  5. Tidak ada “taring” yang tidak perlu. Xixixi,, seperti yang saya bilang, film ini tidak berlebihan. Oke, film vampire pasti ada taring dan darah. Well, di sini juga ada pastinya, tapi tidak berlebihan. Versi vampire si Richelle Mead ini cara makannya tetap mengisap darah, tapi ya tidak sebrutal di Blade. Dan di sepanjang film, ga ada acara pamer taring yang ga perlu.
during training

during training

Hal di luar teknis yang juga saya sukai adalah desain seragam sekolah St. Vladimir. Wow, formal, mini tapi ga terkesan murahan seperti desain seragam yang dipakai di edisi sinetron kita. Blazer dan dasi dan rok mini, xixixi,, saya suka banget. Lalu gaun-gaun yang dipakai saat Equinox Party oleh pemeran siswa St. Vladimir mini, anggun tapi bukannya ga senonoh. Well, itu mungkin karena pengaruh orang yang memakai gaun juga sih.

St. Vladimir's Uniform (grabbed from eonline.com)

St. Vladimir’s Uniform (grabbed from eonline.com)

St. Vladimir's Uniform

St. Vladimir’s Uniform

gown at Equinox Party

gown at Equinox Party

Chemistry para cast juga dapet banget. Si Rose (Zoey Deutch) dan Dimitri, si Lissa (Lucy Fry) dan Christian (Dominic Sherwood), Victor (Gabriel Byrne) yang jadi villain, Natalie (Sarah Hyland) yang berperan ganda, lalu si kepsek Kirova (Olga Kurylenko) yang di film dijadikan berkarakter sedikit koplak, si queen Tatiana (Joely Richardson) yang emang ngeselin, dan si miss Karp (Claire Foy) yang misterius; aura pemeran bener-bener mencerminkan tokoh dalam novelnya.

Rose and Dimitri

Rose and Dimitri

Christian and Lissa

Christian and Lissa

In my opinion, film ini worth to watch banget deh. Saya pengin nonton lagi😀 Rating dari saya 7.8 meski di imdb cuma dapet 6.7 aja.

Tapi buat kamu yang mengharapkan drama berlebihan dengan tetesan air mata, jangan nonton film ini karena unsur drama di film ini minim. Buat kamu yang ngarep ada action antara vampire dan werewolf ato apa pun, jangan juga nonton karena porsi action di film ini ga seberapa. Ada beberapa scene pertarungan antara dhampir pengawal dengan strigoi dan Rose dengan anjing scyhound, tapi semuanya ga dikemas berlebihan dengan jurus-jurus atau sihir-sihir yang jadi bikin lama durasinya.

Spoiler for my version of hot scene and sweet scene

sweet scene 0 sweet scene 2
kirova rose-lissa-vampire-academy-st-vladimirs
hot scene action 1
vampire-academy-image06 action 2
kinopoisk.ru kinopoisk.ru

These are my favourites

Rose, Lisa, Christian

Rose, Lisa, Christian

Rose and Dimitri

Rose and Dimitri

Mason and Rose

Mason and Rose

Cute Dimitri *wink

Cute Dimitri, or should I say Danila? *wink

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: