Ini dia yang ditunggu-tunggu movie Vampire Academy. Akhirnya rilis juga setelah novelnya terbit beberapa tahun silam.

vampire academy book

book cover

Saya ini sebenarnya penggemar cerita-cerita fiksi macam vampire, Dracula, sihir, dll. Beberapa film dan seri TV tentang topik vampire yang sudah ditonton seperti Blade, Dracula, Interview with a Vampire, dan saatnya sekarang yang terbaru versinya Richelle Mead, Vampire Academy (jujur saya ga nonton seri-nya si vampire bling-bling itu, terlalu lebay buat saya).

Okay, akhirnya setelah beberapa waktu terserang flu, akhirnya kemarin sempat juga saya nonton movie ini. Awalnya takut banget kalo movie-nya ga sebagus novelnya. Hmm,,, yah, ada standar-standar tertentu yang bikin sebuah film jadi sebagus versi novelnya. Salah satu film berbasis novel yang menurut saya gagal adalah Eragon. No offense, saya kecewa banget sama movie yang satu itu padahal saya suka banget novelnya.

Lanjut, pastinya penggemar novel ini sudah tau garis besar cerita Vampire Academy ini seperti apa. 2 remaja (1 vampir Moroi dan 1 dhampir) yang kabur dari sekolahnya karena alasan misterius yang sebenarnya mereka sendiri ga ngeh. Cuma dibilang ada yang mengincar si Moroi, Lissa alias Vasilisa Dragomir, keturunan terakhir keluarga bangsawan Dragomir, penerus tahta. Ehm. Dan akhirnya si sohib, Rose alias Rosalie Hathaway membawa kabur Lissa dari sekolahnya.

Kalau menurut opini saya, movie yang satu ini layak banget ditonton oleh pembaca novelnya Richelle Mead. Kenapa? Ada beberapa alasan yang bikin saya suka banget movie ini.

fave character: Dimitri

fave character: Dimitri (grabbed from eonline.com)

  1. Cast-nya cocok untuk karakter yang ada di dalam novelnya. Tadinya ekspektasi saya untuk tokoh Dimitri adalah cowok Rusia yang cakep banget. Well, meskipun si Danila Kozlovsky ga ganteng banget, tapi karakternya cocok untuk memerankan Dimitri yang tangguh. Dan saya terpukau sama rambutnya yang aduhai syalala itu 😀
  2. Scene yang ditampilkan cukup lengkap. Scene berawal dari kost yang ditinggali Lissa dan Rose selama masa pelarian, scene pertemuan Lissa dengan Christian di ruang rahasia, sampai scene pembebasan Victor Dashkov oleh Natalie yang akhirnya harus mati di tangan Dimitri. Tampilan scene memang singkat, tapi benar-benar sesuai dengan novelnya.
  3. Durasi tidak terlalu panjang. Kalau yang ini mungkin karena isi novel Vampire Academy ada banyak komentar-komentar opini Rose (karena ini ditulis dari sudut pandang si Rose ya) dan sebenarnya garis besar cerita tidak terlalu njelimet.
  4. Scene romance dan action dikemas apik, tidak terlalu berlebihan. There are kisses and yes, you know, some action between Rose and Dimitri when they are affected by the enchanted necklace given by Victor tapi itu semua ditampilkan secukupnya. Dan saya cukup puas dengan pengemasannya. Bahkan scene saat Lissa di-bully dengan rubah mati dan akhirnya Oscar si kucing juga mati, tidak ada darah yang berlebihan.
  5. Tidak ada “taring” yang tidak perlu. Xixixi,, seperti yang saya bilang, film ini tidak berlebihan. Oke, film vampire pasti ada taring dan darah. Well, di sini juga ada pastinya, tapi tidak berlebihan. Versi vampire si Richelle Mead ini cara makannya tetap mengisap darah, tapi ya tidak sebrutal di Blade. Dan di sepanjang film, ga ada acara pamer taring yang ga perlu.
during training

during training

Hal di luar teknis yang juga saya sukai adalah desain seragam sekolah St. Vladimir. Wow, formal, mini tapi ga terkesan murahan seperti desain seragam yang dipakai di edisi sinetron kita. Blazer dan dasi dan rok mini, xixixi,, saya suka banget. Lalu gaun-gaun yang dipakai saat Equinox Party oleh pemeran siswa St. Vladimir mini, anggun tapi bukannya ga senonoh. Well, itu mungkin karena pengaruh orang yang memakai gaun juga sih.

St. Vladimir's Uniform (grabbed from eonline.com)

St. Vladimir’s Uniform (grabbed from eonline.com)

St. Vladimir's Uniform

St. Vladimir’s Uniform

gown at Equinox Party

gown at Equinox Party

Chemistry para cast juga dapet banget. Si Rose (Zoey Deutch) dan Dimitri, si Lissa (Lucy Fry) dan Christian (Dominic Sherwood), Victor (Gabriel Byrne) yang jadi villain, Natalie (Sarah Hyland) yang berperan ganda, lalu si kepsek Kirova (Olga Kurylenko) yang di film dijadikan berkarakter sedikit koplak, si queen Tatiana (Joely Richardson) yang emang ngeselin, dan si miss Karp (Claire Foy) yang misterius; aura pemeran bener-bener mencerminkan tokoh dalam novelnya.

Rose and Dimitri

Rose and Dimitri

Christian and Lissa

Christian and Lissa

In my opinion, film ini worth to watch banget deh. Saya pengin nonton lagi 😀 Rating dari saya 7.8 meski di imdb cuma dapet 6.7 aja.

Tapi buat kamu yang mengharapkan drama berlebihan dengan tetesan air mata, jangan nonton film ini karena unsur drama di film ini minim. Buat kamu yang ngarep ada action antara vampire dan werewolf ato apa pun, jangan juga nonton karena porsi action di film ini ga seberapa. Ada beberapa scene pertarungan antara dhampir pengawal dengan strigoi dan Rose dengan anjing scyhound, tapi semuanya ga dikemas berlebihan dengan jurus-jurus atau sihir-sihir yang jadi bikin lama durasinya.

Spoiler for my version of hot scene and sweet scene

sweet scene 0 sweet scene 2
kirova rose-lissa-vampire-academy-st-vladimirs
hot scene action 1
vampire-academy-image06 action 2
kinopoisk.ru kinopoisk.ru

These are my favourites

Rose, Lisa, Christian

Rose, Lisa, Christian

Rose and Dimitri

Rose and Dimitri

Mason and Rose

Mason and Rose

Cute Dimitri *wink

Cute Dimitri, or should I say Danila? *wink

Advertisements

Eh, malem minggu kemarin saya iseng bongkar-bongkar CD lama saya. Pengen tau saya punya stok apa aja. Biasalah,, setiap malem minggu acara film-nya kadang kurang memuaskan. Eh, ternyata ada beberapa yang belum pernah saya tonton malah. Beberapa koleksi yang ada di lemari adalaaaaaaaaaahhh:

1. Serial Heroes
2. Geisha
3. Red Rose
4. Harry Potter
5. Yamada Taro Monogatari [ini hasil burn sendiri]

Akhirnya saya memutuskan nonton drama jepang Yamada Taro Monogatari saja. Kalau diingat-ingat, ceritanya kocak. Lumayan lah buat tontonan malem mingguan.

yamada taro monogatari

Alkisah ada seorang cowo yang super miskin tapi brilian. Anak pertama dari 7 bersaudara. Sekolah di sekolahan elit berkat beasiswa dan masuk ke kelas unggulan. Selalu memanfaatkan kesempatan untuk cari uang dengan kerja part time dan belanja saat ada diskon besar-besaran. Biar murah.

Demi memenuhi kebutuhan keluarganya, kerja sampai pagi pun dilakoni. Karena masuk di kelas unggulan, tampangnya yang ganteng pun memikat cewek-cewek satu sekolahan. Ada satu lagi cowok ganteng, brilian, dan tajir—Mimura—yang didemenin cewek-cewek. Sesuatu hal membuat mereka bersahabat. Lalu, saat si Taro perlu uang untuk beliin sarung tangan baseball buat adeknya, si Mimura menawari Taro untuk kerja part time di rumahnya.

drama jepang

Hal-hal lucu terjadi. Ga nyesal saya nonton lagi drama jepang itu. Memang ada kesan yang dibuat-buat, tapi ga sekonyol sinetron kita di Indonesia.

Ayolah para produser sinetron, buatlah tayangan yang bermutu. Bukan tayangan yang isinya makian, cacian, baju mini, hal-hal yang di luar rasional yang bisa membodohi masyarakat. Juga jangan cuma jual tampang artisnya. Kasian kalo artis/aktornya cantik/ganteng tapi sinetronnya ga mutu.

Mungkin itulah salah satu penyebab yang membuat drama jepang, korea atau mandarin lebih digemari anak muda Indonesia. Jadikan sinetron sarana untuk mendidik masyarakat agar lebih tegar menjalani hidup. Saya jadi kangen sinetron macam Keluarga Cemara.

Okelah, sekian dulu cuap-cuap saya. Sampai jumpa lagi.

Harry Potter 7 Part 2

Last Saturday nearly Ramadhan, I wish to watch Harry Potter 7 Part 2 in cinema.

We’re very lucky, I guess, that this movie is played in our cinema. Since there is tax problem for import movies, about 2 months or so box office movies didn’t play at the cinemas.

And yeah, as preparation I decided to go see it after work. Before going, I click the cinema site to see the schedule. It play in 4 studios. Okey then, I ride full speed to the cinema near my house. I hope I still got the ticket.

Uwaaa,,, when I arrived, people are everywhere. Parents, childrens, teenagers all are around. They intended to watch HP7. OMG!

After waiting for about 15-20 minutes, I got the ticket. Unfortunately, it’s the front seat. Meaning, not so comfort to watch movie on such wide screen in that short distance. Hell! No matter what, I have to. Because this is my last chance. I’ll be so lazy if I have to go anywhere while fasting.

Story goes on
Harry have to face voldy in final battle. The hunting of horcruxes, Snape’s death, Order’s member death, this movie is full of emotion. Snape’s eternally loving Lily. Harry have to surrender so that Voldy can kill him.

The deathly hollow finally united, but the invisibility cloak is not shown up when Harry open the snitch. Lil’ bit different with the book but still fascinating.

Anyway, this last movie of Harry Potter is perfect.

Next turn is Transformer: Dark of the Moon. I hope it still in cinema after Ramadhan.

Bedtime Story

August 12, 2011

Hoam,, ngantuk saya. Tapi sebelum tidur saya mau posting dulu ah.

Bedtime story

cerita pengantar tidur

Waktu kecil sih jarang banget dibacain cerita pengantar tidur. Waktu udah bisa baca, saya pinjem buku cerita dari tetangga untuk dibaca sebelum tidur. Saya inget banget waktu itu saya iri karena tetangga saya itu punya banyak buku cerita bergambar yang bagus.

Beberapa buku yang saya pinjam itu sih cerita klasik semacam Cinderella,Thumbelina, Putri Salju. Gambarnya bagus banget. Yah, namanya juga anak kecil, pastinya tertarik dengan gambar yang bagus.

Karena tetangga saya itu udah baca semua bukunya, jadinya saya pinjem aja deh semuanya. Lama banget bukunya baru saya balikin. Nunggu sampai saya hafal semua cerita dan dialognya. Hehehhe,, Untungnya bukunya ga kusut saya tidurin 😀

Ternyata ceritanya bagus. Dan kebiasaan membaca sebelum tidur itu berlanjut sampai saya udah gede. Biar tidurnya pules, saya sering baca novel dulu. Ada kepuasan tersendiri. Kalau tidak punya bacaan yang baru ya saya baca novel yang lama-lama.

Sejauh ini cerita favorit saya masih novel Harry Potter. Kadang kalo udah bosen baca kesekian kalinya, ganti komik dulu. Hehehhe…

Yah, itulah sekedar sharing ga jelas tentang bed time story. Sekarang saya mau baca sedikit sampe ketiduran.

Happy reading ya!!!

Serial Jadul

May 30, 2011

MacGyver. Masih inget ga? Hohohooho,, cowok dengan segudang akal. Waktu ngetop-ngetopnya thu film, sampe pisau ala MacGyver jadi buruan.

Jadul? Ya emang siy,, tapi nyatanya film ini masih menarik buat ditonton.

Beberapa minggu lalu si Babe nemu channel TV lokal yang menayangkan MacGyver. Wah, bener-bener nostalgia. Sayangnya, teks terjemahannya ngaco parah. Sampe-sampe orang yang namanya Bill diterjemahin jadi tagihan. Itu waktu masih awal-awal, sekarang siy uda rada bener itu terjemahannya walo kadang telat nongol.

Jadi ceritanya si MacGyver ini ditayanginnya tiap hari kalo ga salah. Jam 7-8. Karena TV lokal, jadinya ga ada iklan komersial, yang ada iklan acara tayangan di TV itu. Hehe,, asik deh bisa liat aksinya Richard Dean Anderson ^^

Ada beberapa serial lama yang sebenernya pengen gw tonton lg.

  1. Knight Rider
  2. Viper
  3. Serial penyihir P3 *gw lupa judulnya 😀

Hehe,, begitulah kira-kira…

*postingan ini juga bisa dibaca di sini.

Wish List Movies

May 29, 2011

  1. Kung Fu Panda 2
  2. Pirates of the Caribbean 4
  3. Harry Potter part 2

Yah, itu wish list movies gw.

Sejak ada pengumuman kebijakan pajak yang baru, distributor film Hollywood jadi ogah menayangkan film-filmnya. Yah, pastinya para movie mania jadi kesel dan keputusan itu menuai banyak protes. Masalahnya, film lokal kita belum bisa bikin film yang bermutu [bagian ini opini gw dah]. Banyak banget film bergenre horror-hantu pake bumbu-bumbu semi porno. Hei!! Ga perlu lah nunjukin itu paha sama pdd [u know lah what pdd is :D]. Jujur aja siy gw jadi muak, uda males banget mau nontonnya.

Kalo gw orangnya emang ga terlalu maniak nonton film. Bukan movie geek. Emang ada beberapa film yang pengen banget gw tonton, cuma kayaknya ga tayang di bioskop karena terhalang kebijakan itu.

Apa sekarang gw harus beralih ikutan beli DVD bajakan ya?? Dari dulu ga pernah gw beli DVD film bajakan. Selain karena gw ga hobi, gw juga orangnya cepet bosen. Jadi mending nonton sekali di bioskop. Kalo toh kapan-kapan mau nonton lagi, mending pinjem aja di tempat persewaan. Beres.

Sekali pernah gw beli DVD bajakan karena gw pengen banget nonton film itu tapi ga tayang di bioskop di kota gw, dan ga ada yang download. Ada 2 DVD yang gw beli:

  1. Black Swan
  2. Burlesque

Dulu aja tukang dagang DVD bajakan digerebeg polisi. Emang udah sejak dulu siy tukang dagang DVD itu jadi favorit orang-orang yang hobi ngoleksi film tapi ga sanggup beli yang asli. Nah, sekarang karena ada kebijakan itu, jadinya gw yang dulunya ga pernah ikutan beli DVD bajakan jadi ikutan memburu film di tukang dagang itu. Menurut gw itu salah satu alternatif yang murah meriah dan paling gampang.

Jadi sekarang ini gw sedang menunggu-nunggu apakah wish list gw di atas bakal terpenuhi. Kalo ga tayang ya, dengan sangat terpaksa gw bakal beli bajakannya lagi.

Oh iya, kenapa gw mendadak nulis wish list movies ini? Karena gw mupeng banget. Tadi baca status salah satu temen kalo beliau lagi nonton Kung Fu Panda 2. Beruntunglah beliau yang stay di Singapura. Huhuhuhuhu…..

Anyway, kalo ada movie yang pengen gw tonton bakal gw tambahin ke wish list gw.

My Latest Reading

May 26, 2011

I like reading so much. I’ve bought many novels once I’m in college.

About few months ago, when I still at my old office, I found a title that attract me. Makes me curious what the story is. The title is Vampire Academy by Richelle Mead.

Since I’m so interested in vampire story, include Dracula story, I really want to read this Vampire Academy novel. Then, suddenly I made a decision to buy it. And as my guess, the story is amazing. It was only the first of the series is translated into Indonesian.

For about 3 months or so, I forgot that I ever buy that book. While I’m in Surabaya and go to the bookstore to buy new readings, I saw the 2 series had been released, book 2 and 3. From a sudden impulse, I bought those 2 series. Unfortunately, the first series is back in my home in Bekasi. But it didn’t lessen my affection to read the next two series. I found myself can’t stop reading them.

I read until the last page of book 3. It makes me so curious that I don’t want to wait for the next book. Then, I try to find the pdf file [sorry about this part, I have no intention to abuse your copyright Mrs. Mead]. My hunting has been a long journey surfing the Internet. Yet, I only got 4 pdf from 6 series. Still 2 series left. I start to read the pdf of book 4 as soon as I downloaded it. And when it’s over, I feel messy that I still can’t find the last two series. Oh God, I really want to read it.

The journey, I said journey because it is so interesting in finding these last two books, for book 5 is end at the midnight of day when finally I type the correct keywords. I try the same keywords for book 6, but still can’t find the good source.

It’s not that I don’t want to spend much money buying the books, but I still won’t give up searching. Yet, my back up plan is bought the original from one of online bookstore site. But it cost me too much if I have to buy two books. I compromise of just bought the last series. Once I decided and transfer the cost, not so long, I found the trusted source for pdf book6. Ahhh,,, it’s just like a game.

I really recommend these Vampire Academy series. Especially for you who like adventure stories.

Book 1 – Vampire Academy
Book 2 – Frostbite
Book 3 – Shadow Kiss
Book 4 – Blood Promise
Book 5 – Spirit Bound
Book 6 – Last Sacrifice

The stories began with explanation of two different kind of vampire. Good vampire called Moroi, and the bad one called Strigoi. And there is also Dhampirs.

The main characters of the story are best friends like sister, Vasilissa Dragomir and Rosemarie Hathaway. Richelle write the story from Rose POV. How the two best friends running from their school and after two years living as school’s fugitive, finally captured by school’s guardian. How those two girls have to pursue their education which is not so easy. Lissa is finding her specific ability, Rose is including the theory of how to protect Lissa and much more skill to fight the Strigoi.

This story isn’t kind of a lot of others. Rose POV is quite unique. Her anger, suspicion, and attempt to protect Lissa were a wonderful chain of plots.

Many plots came to this story. Not to mention love part, the conflict is interesting, provoke you for asking how could this happen? Rose journey to protect Lissa, dealing with her own problem, dragged to other problems. All are dangerous. But still, Rose Hathaway is a tough girl. The toughest girl of all. And she got a boyfriend who really badass. From start to the end, you will enjoy the surprise Richelle given to you. When you think it’s over, then it is not until you read the whole series.

So, enjoy the story.