Hai, semuanya…

Selamat Tahun Baru 2014

Semoga tahun ini lebih banyak hal baik dibanding tahun sebelumnya. Amiin.

Is it too late? Ha, whatever.

rules

grabbed from langology.org

Blog pertama di tahun 2014 ini, saya pengin ngebahas soal peraturan. Hmm,, kenapa peraturan? Ga tau deh ya,, rasa-rasanya akhir-akhir ini banyak banget hal-hal yang melanggar peraturan atau bahkan terlalu mengikuti peraturan (?).

Oke, here we come. Peraturan menurut KBBI berasal dari kata atur.

–       Atur; beratur (v), berarti (1) disusun baik-baik (rapi, tertib); (2) berbaris rapi, antre

–       Peraturan; per-atur-an, berarti (1) tataan (petunjuk, kaidah, ketentuan) yang dibuat untuk mengatur; (2) hubungan keluarga (kpd)

Peraturan yang ingin saya bahas di sini adalah untuk artian yang pertama.

Boleh dikata saya ini orangnya kaku, terlalu mengikuti peraturan; tapi terkadang bisa juga acting based on impulse. It’s only natural that sometimes we act on instinct. (Saya pake bahasa ke-akuan ya,, no protest here, I own the blog :D) Karena cakupan peraturan terlalu luas, saya akan membatasi pada hal-hal yang mengganggu kenyamanan saya untuk soal peraturan. Let’s just say, peraturan lalu lintas.

Terakhir ada berita bahwa salah satu tetangga di kompleks perumahan saya meninggal dunia akibat kecelakaan. Peristiwa tabrak lari entah dengan truk atau bus masih belum jelas karena masih dalam pengusutan oleh kepolisian. Terlepas dari itu kecelakaan karena pelanggaran peraturan atau human error, menurut saya peraturan lalu lintas sudah dirancang untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Sebagai seorang pengendara motor, sering banget kesal karena beberapa pengendara yang tingkat keawasannya di bawah normal. Kenapa saya bilang di bawah normal? Contoh kasus:

  1. Sering saya lihat beberapa pengemudi roda empat dan roda dua yang tidak menyalakan lampu sign kalau mau pindah jalur, asal pindah dan membunyikan klakson keras-keras (tekankan pada kata BEBERAPA, saya tidak men-judge semua pengemudi roda empat seperti ini). Padahal mobilnya bagus, masa iya lampu sign aja ga nyala?
  2. Pengendara motor yang nyelip-nyelipnya keterlaluan, terutama di saat macet. Saya tahu motor memang praktis saat situasi macet, bisa nyelip-nyelip di antara mobil, truk, bus, trailer, asal jaraknya pas. Tapi sering juga ada pengendara yang sudah tau situasinya macet, tapi menyetirnya asal main serobot sana-sini sampai memepet pengendara lain dengan risiko menyerempet kendaraan di sebelahnya.
  3. Pelanggaran terhadap lampu lalin dan zebra cross.

Oke, so what’s the main focus here? Seems like I’m a little bit out of topic? Peraturan lalu lintas dibuat untuk menyamankan semua pengguna jalan, baik pengendara, pejalan kaki, maupun pengatur lalu lintas. Banyaknya volume kendaraan yang melintasi suatu ruas jalan juga menjadi faktor adanya pelanggaran lalu lintas. Ruas jalan yang lebar dan ramai boleh jadi jeda lampu lalin-nya berkisar antara 60-90 menit, sedangkan ruas jalan yang kecil kisaran jeda lampu lalin sekitar 25-60 menit.

Saya paling jengkel dengan pengendara yang melanggar lampu lalin. Sudah jelas di depan mata lampu lalin menyala merah, masih juga menerobos. Entah pengendaranya tidak melihat atau memang sengaja melanggar ya itu cuma pengendaranya sendiri yang tahu. Lampu lalin menyala merah, pertanda pengendara di jalur itu harus berhenti sejenak agar pengendara dari jalur lain bisa melintas dan pejalan kaki bisa menyeberang. Apa jadinya kalau dilanggar? Ada beberapa kemungkinan:

  1. Pengendara yang melanggar melintas tanpa terjadi sesuatu hal
  2. Pengendara yang melanggar tertabrak kendaraan dari jalur lain
  3. Pengendara yang melanggar menabrak kendaraan dari jalur lain
  4. Pengendara yang melanggar menabrak pejalan kaki
  5. Pengendara yang melanggar berusaha menghindari kendaraan dari jalur lain agar bisa melanjutkan perjalanan tapi akhirnya oleng dan jatuh
  6. Pengendara yang melanggar berusaha menghindari kendaraan dari jalur lain tapi akhirnya terbawa arus dan belok ke arah yang tidak seharusnya dia tuju
  7. … (silakan isi)

Well, di antara beberapa kemungkinan di atas, mostly pengendara mengharapkan poin A yang terjadi. Tapi tidak jarang juga poin 2 sampai 6 yang terjadi. Poin 2 sampai 5 bisa dikategorikan sebagai kecelakaan karena pelanggaran lalu lintas. Nah, kalau sampai poin-poin itu yang terjadi, lantas bagaimana? Ada sejuta dalih yang bisa dikatakan sebagai alasan dalam menghadapi situasi tersebut.

Masih mengenai lampu lalin, pengendara di jalur yang lampu lalin-nya menyala merah seharusnya berhenti di belakang garis putih sebelum zebra cross. Hal ini juga sering dilanggar. Meski mungkin tidak mempunyai peluang untuk celaka, tapi hal ini membuat tidak nyaman pejalan kaki yang akan menyeberang jalan. Apa jadinya kalau pengendara motor (mostly motor karena mereka pengin yang paling depan dan paling pertama maju kalau lampu lalin sudah berubah hijau) berhenti di zebra cross?

  1. Pejalan kaki sulit menyeberang karena harus nyelip-nyelip di antara motor
  2. Pejalan kaki enggan menyeberang di zebra cross yang berpotensi celaka
  3. Pejalan kaki masih terjebak di tengah jalan saat lampu berubah jadi hijau dan harus buru-buru lari agar bisa sampai ke seberang yang berpotensi tertabrak
  4. … (silakan isi)

Dari 2 pertanyaan di atas, persentase terjadinya celaka dan tidak celaka sepertinya berat sebelah ya (menurut saya sih). Tapi ya hal itu yang sering dilakukan dan sepertinya sudah jadi hal yang biasa. Peraturan dibuat untuk dilanggar (?).

Saya sendiri mungkin secara sadar maupun tidak sadar juga pernah melanggar lampu lalin. Tapi sebisa mungkin saya menaati lampu lalin, berhenti di belakang garis putih sebelum zebra cross. Dan saya akan meng-ignore pengendara yang mengklakson menyuruh saya maju. Okay, you can call me selfish here, but I do have right to stop before the line.

Bayangkan Anda punya sebuah perusahaan kecil. Anda membuat peraturan kalau karyawan wajib masuk jam 7 pagi. Anda sudah merancang pusnishment tertentu untuk karyawan yang datang terlambat (dengan alasan apa pun kecuali emergency). Apa jadinya jika suatu saat ada karyawan yang terlambat dan alasannya hanya “jalanan macet, pak; bangun kesiangan, pak; motor mogok, pak.” What would you do? Apakah alasan-alasan yang diutarakan bisa dipakai untuk menghapuskan punishment? Mungkin punishment akan tetap dikenakan karena Anda tidak menerima alasan-alasan itu. Lalu suatu saat justru Anda-lah yang terlambat; mungkin karena macet. Sebagai bos, Anda menganggap diri Anda tidak perlu mematuhi peraturan. Hmm,, di sinilah saat suatu peraturan mulai terdistorsi (halah bahasanya). Punishment berlaku hanya untuk karyawan karena Anda bukan karyawan. Namun demikian, karyawan juga perlu contoh konkret tentang ketaatan terhadap peraturan.

Anyhow, bagaimana perasaan Anda jika peraturan yang sudah Anda buat untuk menertibkan karyawan sering dilanggar? Kesal, jengkel, marah? Ada pihak yang dirugikan saat peraturan dilanggar; tidak mungkin tidak. So, dalam hal peraturan lalin, ada baiknya semua pengendara lebih mengendalikan diri dalam berkendara di jalanan. Jangan sampai karena alasan yang simple, Anda melakukan pelanggaran. Tanpa disadari, Anda sudah merugikan orang lain. Mungkin dampaknya tidak langsung terlihat, tapi jika pelanggaran-pelanggaran lain diakumulasi, kerugian juga semakin menumpuk.

Pelanggaran terhadap lampu lalin bisa menyebabkan delay. Jalur yang sudah seharusnya jalan (lampu lalin hijau) harus menunggu para pelanggar-pelanggar lampu merah untuk lewat dulu sebelum mereka bisa jalan. Lalu saat detik waktu hijau habis dan lampu berganti merah, masih ada pengendara yang melintas sehingga jalur lain pun akhirnya harus menunggu sisa-sisa kendaraan yang melintas sebelum bisa jalan.

Lalu, soal lampu sign. Harap tidak lupa menyalakan lampu sign saat akan berbelok, pindah jalur, maupun mendahului. Lampu sign penting bagi kendaraan di belakang dan depan Anda untuk mengetahui apakah Anda akan belok, menyalip, atau sekadar menepi. Pengabaian lampu sign ini sering terjadi baik saat kondisi jalan lengang maupun padat. Anda pun tidak ingin kan kalau tiba-tiba Anda ingin menyalip tapi ternyata kendaraan di depan Anda tiba-tiba juga mengambil jalur yang sama dengan Anda dan membuat Anda kaget lalu tidak jadi menyalip. Itu akan sangat tidak nyaman. Penggunaan lampu sign juga memberi warning kepada pengendara lain untuk memberi sela kepada Anda jika ingin menepi, menyalip atau belok.

keep-calm-and-break-all-the-rules

grabbed from thefauxfoodiegirl.com

Nah, sejauh curhatan saya di atas, bagaimana peraturan menurut Anda? Apakah peraturan dibuat untuk dilanggar ataukah Anda akan menaati peraturan yang dibuat agar semua sama-sama nyaman? The decision is yours to make. Jadilah pelopor berkendara aman dan tertib lalu lintas.

Happy Ied Mubarak everyone!! Time to forgive each other.

So, where were you going for Lebaran Holidays? Going mudik somewhere? Hope your trip was as amazing as mine 😉

As usual, my family went to Purworejo for mudik. It’s a tradition that we have to seek our eldest to ask forgiveness of every mistake we made. The different of this year mudik is if we were used to went right at the Lebaran eve, we’re going at H+1. Suppose that everyone is planning to mudik at H-3 until H+3, since we take H+1 the traffic was so horrible. From Surabaya to Jogjakarta which usually takes time 8 hours on top with car, we’re trapped for almost 12 hours on road. Not to mention there’re so much officers guarding street, the cars volume was just too high. We went at 9 o’clock in the morning and arrived at my grandma’s home at midnight. Jeezz…

Granny’s house is an old house in front of a very large farm. Hell, I really like fresh air. We’re city’s resident rarely had such nice view. In the morning after having breakfast, my brothers asked me to take them to the beach. While still morning I don’t mind at all. And the beach was very near to Granny’s. Perfect.

enjoy the view

enjoy the view

This is just a small beach called Jatikontal. The track’s smooth enough for cars and motorcycle but very narrow. You had to be careful. It takes us about 15 minutes to reach it.

Wooo,, the smell of salt and strong wind and sand, perfect to spent our morning. The best part was the whole family is going even Granny. She looks happy we brought her, she rarely going anywhere far. No transportation plus she’s very old almost 90.

star finger circle

star finger circle

our feet, gues whose who

our feet, gues whose who

one big happy family, say embah

While adults just sitting and watching, feeling the wind blow and enjoy the view, youngsters are playing, taking pictures, catching small crabs. Haha,, it was so fun. Waves so strong and high because of strong wind blow. We saw some people fishing try to catch some shrimp but get small fish instead. Also there’s fisherman’s ships.

Close to 10 am we moved to visit our eldest uncle. That was the best brief trip ever 😀

Sekilas Berita Populer

April 22, 2013

Bingung nih mau nulis apa,, tapi ujung-ujungnya tetep aja jarinya ngetik-ngetik sendiri di keyboard.

Ya baiklah, mending mencoba meringkas sedikit beberapa berita yang akhir-akhir ini heboh. Tabrakan bus, isu BBM solar, UNas, dll. Mau ke topik mana duluan ya? Paling dekat sih topik pertama, tabrakan bus.

Lagi-lagi Bus Sumber Mengalami Kecelakaan

sumber-kencono

Kayaknya kok kalau denger berita bus ini menabrak itu sudah menjadi berita biasa di kalangan masyarakat Jawa Timur. Berita terakhir kemarin menyebutkan Bus Sugeng Rahayu menabrak rumah penduduk karena diduga sopir mengantuk dan mengemudi ngebut. Nah!

Bus yang dulunya bernama Sumber Kencono ini juga dikabarkan sering mengalami celaka. Bahkan masyarakat menyebut bus Sumber Kencono menjadi Sumber Bencono. Saking seringnya merek bus ini diberitakan memakan korban, dari mulai korban luka ringan sampai meninggal dunia. Hmmm,, lalu untuk mengurangi stigma “sumber bencono”, pengelola PO mengubah nama bus menjadi Sumber Selamat dan Sugeng Rahayu. Tapi nyatanya usaha pengubahan nama itu belum berujung pada menurunnya tingkat kecelakaan bus tersebut.

Kalo menurut saya sih, mendingan diperbaiki manajemennya, sumber daya manusia-nya, dan sistemnya. Berdasarkan isu yang beredar, manajemen PO ini bersistem target, sehari harus berapa sehingga banyak armadanya saling bersaing lebih cepat dan lebih dulu biar dapet banyak penumpang. Yah,, bole aja sih asal bersaingnya fair. Tapi banyak pengguna jalan yang kadang ngeri waktu liat para sopir PO mengemudikan busnya dgn kecepatan tinggi dan zig-zag, serasa ga mau terhalang apa pun. Klakson pun menghiasi ruang dengar pengguna jalan.

Anyway, semoga pengelola PO bisa menerapkan sistem yang berfokus pada keselamatan dan kenyamanan penumpang. Hey, ga perlu nyampe cepet kali asal bisa nyampe selamet. Cepet tapi kalo risikonya nyawa sih,, lewat deh…

Yak lanjut ke ringkasan berita selanjutnya, seputar UNas.

UNas Tidak Serempak

ujian-nasional-2013

UNas yang notabene agenda tahunan pemerintah ternyata tidak bisa dilangsungkan secara serempak di seluruh provinsi di Indonesia. Well, alasan utama adalah keterlambatan pengiriman naskah soal UNas ke beberapa provinsi di wilayah Indonesia Tengah—kalo ga salah 11 provinsi. Sempat juga saya dengerin wawancara di salah satu stasiun TV swasta yang menghadirkan wamendikbud. Topiknya, daerah yg tidak bisa UNas hari Senin akan dilangsungkan hari Kamis. Saat ditanya apa berani menggaransi hari Kamis di wilayah Kalimantan—kalo ga salah Kaltim ya, yang berpulau-pulau itu—bisa UNas, ternyata jawabannya kok mbulet aja. Simpel aja sih pertanyaannya, tapi jawabannya itu lhooo….

Lalu saat mendengarkan berita di radio, Mendikbud sempat menuding percetakan yang terlambat selesai sehingga UNas tidak bisa serempak. Nah, bagian percetakan balik menuding diknas yang terlambat setor materi soal. Kalo kayak gini sih berasa jaring makanan ya,,, hmmm…. Sampai akhirnya pak menteri bilang “tidak usah mencari kambing hitam, kesalahan ada di pihak saya”– -itu intinya sih, saya ga ngerti tepatnya pak menteri ngomog gimana. Epic deh,, ndengerin pak menteri satu ini. Selain orangnya kontroversial, kebijakannya juga kontroversial.

Kalau zaman saya dulu masih sekolah sih, kalo ada siswa yang ketauan hamil, terlibat narkoba atau tindak kejahatan ya sudah, tidak berhak ikut ujian. Lha zaman sekarang malah dibelain mati-matian sampe ujian di balik jeruji pun bisa. Jadi kalau opini saya sih,, ga perlu ada pelajaran moral di sekolah,, toh nanti ujung-ujungnya saya tetep bisa ujian meski ketauan narkoba ato hamil. Yang penting kan saya bisa ngerjain soalnya. Ga perlu lah saya ngikutin pelajaran moral. Apa karena sekarang ga ada matpel Pendidikan Moral Pancasila? Dulu ngetren banget itu,, terus diganti jadi PPKN. Asal nilai saya bagus, moral itu urusan belakangan, yang laku dijual kan nilai akademis ya, bukan nilai moral. Buktinya Aceng aja meski udah ketauan berbuat amoral masih aja punya pendukung untuk nyalon lagi. Xixiixixi,, ajiiiiibb.

Sori melenceng jauh dari topik. Balik ke soal UNas, ternyata hari Kamis pun masih ada juga yang ga bisa UNas. Aduh,, kasian banget sihh… dan akhirnya mundur lagi jadi hari Jumat. Ahaha,, mental murid yang mau UNas kudu baja deh,, biar ga setres klo ternyata ujiannya mundur. Itu untuk kasus UNas SMA dan sederajat. Waktu UNas SMP kemarin diberitakan pengiriman soal ke daerah yang rawan keterlambatan menggunakan jasa Hercules. Eahh,,, ga dari kemarin aja kali manfaatin fasilitas. Tapi ya untungnya udah ada tindakan antisipasi, daripada ga ada sama sekali dan ada banyak anak SMP yang ga bisa UNas.

Saya punya bayangan, gimana kalau misalnya, saat dikabarkan ada beberapa daerah yang belum menerima naskah soal UNas, pak menteri akhirnya menunda pelaksanaan UNas di seluruh wilayah Indonesia sampai naskah soal sampai semua ke daerah yang sulit dijangkau. Okelah, kok kesannya malah mengikuti yang sedikit daripada yang banyak. Tapi saya rasa itu lebih adil ketimbang ada yang duluan dan ada yang belakangan. Kecuali kalo memang jadwalnya bertahap, di wilayah Indonesia Barat tanggal sekian sampai sekian, di Indonesia Tengah tanggal sekian sampai sekian, dan demikian juga untuk Indonesia Timur. Kalau ada penjadwalan bertahap kan berarti memang tidak serempak di Indonesia gitu.

Next topic, isu kenaikan BBM, kelangkaan solar, dll.

Solar Langka, Pembelian Dibatasi

Solar-Habis

Topik panas lainnya yang menjadi perhatian masyarakat adalah rencana pemerintah mengurangi subsidi BBM. Opsinya adalah menaikkan harga BBM dengan kompensasi, pembagian BBM untuk kendaraan pribadi dan umum, dan apa lg ya, lupa saya.

Sebagian masyarakat sepakat kalau harga BBM dinaikkan dengan kompensasi. Nah, kompensasinya ini, berbeda-beda untuk masing-masing pemberi saran. Diantaranya, kenaikan BBM dengan pengurangan pajak kendaraan bermotor, kenaikan BBM dengan kompensasi perbaikan kualitas BBM dan sarana jalan, dan kenaikan BBM dengan kompensasi perbaikan sarana angkutan umum.

Dan isu yang paling santer adalah kelangkaan solar yang dibuktikan dengan kosongnya stok solar di banyak SPBU dan kendaraan berbahan bakar solar yang antriannya sampai berkilo-kilometer di SPBU yang solarnya masih tersedia. Kalaupun ketemu dengan SPBU yang masih punya stok solar, belinya pun dibatasi biar semua kebagian.

Hmmm… ada salah satu pemberi saran yang punya angan-angan kalau Indonesia bisa seperti Singapura yang layanan angkutan publiknya sangat baik sehingga ga ada warga yang enggan naik angkutan umum. Atau seperti Australia yang pajak kendaraannya sangat tinggi sehingga menekan jumlah kendaraan pribadi dan mau tidak mau memaksa warga beralih ke angkutan umum, tapi ya memang layanan angkutan umumnya harus supercanggih sih, misalnya ndak ngetem lama, berhenti di tempat yang seharusnya—ga tiap tikungan berhenti terus nunggu penumpang.

Nah ya, karena saya ga begitu ngikuti perkembangan berita BBM, saya menunggu aja keputusan pemerintah tentang BBM ini.

Sekian sekilas ringkasan berita yang menjadi perhatian saya akhir-akhir ini. Saya punya opini, yang lain juga punya opini. Berita di atas sudah saya tambahi dengan opini saya lho,, hehhe… pendapat saya tentang topik terkait.

Baiklah, tulisan ini tidak dibuat untuk menyinggung siapa pun, hanya sebuah curahan mengenai apa yang baru saja saya alami.

Secara pribadi, saya pernah mengalami beberapa briefing prospek, entah itu asuransi, produk, bahkan MLM yang bertujuan mengajak kita untuk bergabung. Sejauh ini, saya memang tidak terlalu menanggapi secara serius untuk briefing semacam itu kecuali saya sangat tertarik. Tapi at least saya akan dengarkan penjelasan para duta tersebut sebagai bentuk penghargaan saya terhadap mereka.

Oke, kalau briefing semacam itu sih sudah lazim. Lalu apa yang membuat saya membuat tulisan ini? Tak lain tak bukan karena saya baru saja mengalami briefing sebuah prospek yang membuat saya speechless. Apa itu? Briefing untuk mengajak saya berpindah agama.

Suatu Sabtu, yah sebenarnya tidak ada firasat apa pun saat hari kejadian, saya berangkat ke kantor memang lebih pagi. Alasannya? Karena partner kerja saya tidak masuk dan saya menganggap dengan saya datang lebih pagi, mungkin pekerjaan saya, dan sebagian kerjaan partner yang harus saya cover, bisa selesai ontime. Sabtu gitu lho,, masa lembur sih. Seperti biasa, sesampai di kantor, komputer saya nyalain, termasuk punya partner, dan saya pun siap memulai pekerjaan.

Sebagai perhatian, saya bekerja di perusahaan perorangan yang kecil tapi cukup sukses. Dan kantornya adalah di sebuah rumah, yang tak lain tak bukan adalah rumah si bos pemilik perusahaan. Tak disangka, si bos ternyata sudah bangun dari tidurnya. Cukup membuat saya terkejut karena beliau biasanya bangun agak siang, dan dengan inisiatif menyalakan komputer master karena saya harus akses ke file-file yang ada di komputer itu untuk bisa bekerja menginput data.

Karena hening (saya orangnya ga begitu suka hening saat kerja) jadi saya nyalain winamp di hape saya. Saya biarkan si bos berkutat dengan apa yang harus beliau lakukan dan memulai pekerjaan saya. Dan tak disangka, si bos mendekati dan meminta waktu saya sebentar untuk berbicara. Oke, dengan nadanya yang serius itu, saya pikir beliau mau melakukan evaluasi dan mengoreksi pekerjaan saya, seperti yang biasa dilakukan. Saya iyakan beliau untuk berbicara sebentar dan mengalihkan perhatian saya ke hal yang ingin beliau bicarakan.

“Dini, saya boleh minta waktunya sebentar ya? Saya mau ngomong sebentar dengan kamu.”

“Oke, Pak. Silakan.” Sambil saya kecilin volume winamp saya. Sengaja ga saya matikan karena seperti yang sudah saya bilang, saya tidak suka hening.

“Sebenarnya saya sudah lama pingin ngomong dengan kamu, tapi baru sekarang ada kesempatan yang pas. Ga apa-apa ya saya minta waktunya sebentar?”

“Ga apa-apa, Pak.”

Dan statement beliau yang mengikuti, belum membuat saya berpikiran yang tidak-tidak. Entah ini karena saya yang terlalu clueless ato gimana, saya juga ga tau.

“Dini, kamu tahu tentang Yesus?”

“Tahu, Pak.”

“Kamu juga tahu tentang Injil?”

“Tahu, Pak. Kan kalau di Islam, ada 4 kitab yang kita percayai.”

“Boleh saya jelaskan sedikit ya tentang Yesus dari sisi orang Kristen?”

“Silakan, Pak.”

Oke, mungkin ada yang bertanya kenapa saya masih memberikan kesempatan beliau untuk menjelaskan. Akan sangat ga fair, menurut saya, kalau ada seseorang yang meminta waktu kita untuk memberikan sebuah penjelasan dan menolak mentah-mentah tanpa mendengar lebih dulu apa yang akan dia katakan. So, saya berikan beliau kesempatan. Dalam pikiran saya, wah, mau ngajak diskusi nih. Karena saya tahu selama beberapa bulan terakhir, si bos “kuliah” lagi untuk pendalaman kitab. Meskipun saya bukan orang yang tepat untuk berdiskusi, tapi saya pikir kalau beliau sudah menjelaskan apa yang ingin diketahui, saya bisa arahkan ke sumber yang tepat. Lanjut…

“Jadi, Dini, manusia itu berdosa dan akan masuk neraka. Tapi Tuhan itu baik, Allah itu baik. Manusia diberi kesempatan untuk menebus dosa biar bisa masuk surga. Jadi Tuhan itu turun ke Bumi, Yesus turun ke Bumi untuk menebus dosa manusia. Yesus disalib, tapi 3 hari kemudian dia bangkit lagi. Untuk membuktikan kepada manusia kalau Tuhan itu baik, dosa manusia sudah ditebus dan bisa masuk surga.”

(Note: saya persingkat karena saya ambil hanya intinya saja apa yang dijelaskan ke saya)

“…” Saya masih bengong dan terdiam.

“Saya pingin bukan saya aja yang masuk surga, tapi kamu juga. Jadi tolong dipikirkan baik-baik ya. Kalau ada pertanyaan, kamu bisa datang ke saya.”

Baru ngeh kalau briefing-nya sudah kelar, saya jawab aja, “Oke, Pak.”

“Yasudah, terima kasih waktunya.” Dan si bos pun berlalu.

Saya bersyukur selama briefing winamp saya sayup-sayup masih nyala. Kalau mati, apa kabar dengan otak dan pikiran saya. *tepokjidat.

Dan barulah saya sadari kalau ternyata saya baru saja menjadi sasaran untuk Kristenisasi. Langsung saya minum air banyak-banyak karena tenggorokan saya mendadak terasa kering. Baru beberapa saat kemudian saya bisa balik fokus lagi ke pekerjaan saya.

religion

Seharian itu saya berusaha tidak memikirkan briefing pagi yang membuat saya jadi agak awkward kalo berhadapan dengan si bos. Saya abaikan sesaat untuk dipikirkan lagi saat sudah tidak berkutat dengan pekerjaan, jadi bisa memilah dan menanggapi dengan baik-baik ajakan tersebut.

Saya seorang muslimah dan berkerudung. Saya jadi bertanya-tanya apa yang membuat si bos tiba-tiba mendatangi saya dan memberikan briefing semacam itu. Apakah saya tampak tidak nyaman dengan agama saya? Atau beliau yang tidak nyaman dengan “kostum” saya? Tapi kalau karena alasan yang kedua, seharusnya beliau sudah tahu sejak awal saya apply untuk posisi di perusahaan beliau kalau saya ini berkerudung. Jadi mungkin ketidaknyamanan itu muncul sebagai dampak dari hasil perkuliahan beliau.

Lalu, setelah saya sampai di rumah, saya mengontak beberapa orang yang saya percayai untuk menanggapi masalah tersebut dengan kepala dingin tanpa emosi berlebihan. Tanggapannya pun beragam, ada yang frontal dan ada yang kalem tapi tetap sesuai dengan koridor keagamaan. Dan satu hal yang bisa saya simpulkan dari beragam jawaban tersebut adalah kalau saya sebaiknya segera keluar saja dari tempat itu.

Pertanyaan besar bagi saya adalah kenapa saya yang dipilih untuk diberi briefing tersebut. Pilihan jawaban saya diantaranya seperti yang sudah saya sebutkan di atas:

1. Saya tampak tidak nyaman dengan agama saya.
2. Beliau tidak nyaman dengan “kostum” saya?
3. Beliau hanya memilih saya out of the blue karena datang pagi dan saatnya tepat karena sepi dan yang lain belum datang sebagai “bahan praktikum” perkuliahan beliau.
4. Saya tampak too far gone sehingga perlu penyelamatan drastis dari rescuer.

Mau tidak mau, kejadian tersebut membuat saya jadi tidak nyaman dan tentunya mengubah pandangan saya terhadap beliau. Saya anggap tadinya beliau itu menghormati kami (bentuk jamak, karena karyawan beliau mayoritas muslim), karena sebagai pemeluk Kristen, beliau memberikan kami space untuk melakukan ibadah sholat. Saya pribadi menganggap dengan memberikan space dan fasilitas mukena itu adalah itikad baik beliau setelah menerima kami bekerja. Dan ternyata harus ternoda dengan kejadian itu.

Saya bisa menganggap kejadian ini sebagai sebuah ketidaksengajaan dari beliau. Karena seperti yang dikatakan oleh seorang dosen saya,

Di Indonesia ini mengajak secara khusus orang yang sudah beragama untuk memeluk agama lain itu melanggar undang-undang. Kalau di lapangan secara umum atau di radio kan tidak jelas individunya.

Lalu, saya penasaran apakah teman-teman saya juga sudah mendapat briefing khusus dari si bos untuk masalah ini. Tapi saya belum berani bertanya kepada siapa pun karena tidak ingin menimbulkan isu yang tidak perlu.

Secara pribadi, hal ini sudah menyinggung saya. Meski tidak ofensif, tapi tetap saja, agama adalah tentang prinsip. Saya sampai bertanya juga ke salah seorang kawan yang beragama Kristen tentang hal ini. Tanggapan dia pun sama, berujung meminta saya untuk segera keluar saja dari tempat kerja.

Jadi, mungkin dalam waktu sangat dekat, saya akan meninggalkan kantor saya yang sudah 2 tahun ini saya tempati. Terlepas dari saya suka pekerjaan dan gajinya, tapi kalau sudah menyangkut prinsip tidak ada tawar-menawar.

Terima kasih sangat kepada @aicchan, hayou_roxa, llyll_carolina, Palupi Wuriarti, @dkaekas, dan pak Bambang Irawan yang sudah memberikan saran dan pandangan untuk dipertimbangkan.

Sekali lagi saya tegaskan, tulisan ini tidak dibuat untuk menyinggung siapa pun dan pihak mana pun. Sebagai umat beragama, saya menghormati pemeluk lain untuk menjalankan ibadahnya masing-masing sebagaimana saya menghormati bos saya dengan memberikan kesempatan berbicara dan menjalankan dakwahnya. Terlepas sasaran dakwahnya itu tepat atau tidak. Kesempatan dibuka seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin berkomentar dan bersaran bertukar pikiran.

Salam,

Yo, this is another rambling of me. This is about how to release tension you get from work. Before you continue to read, this writing is solely from my own. So, if you’re interested, you may go through, if not, well, you still may to read 😀 Enjoy!

So, work can be a lot of hell. No matter what position you’re in: an office boy, a boss, secretary, babysitter, teacher, etc. Any type of work has its own pressure that can make you going through a good or bad day. So, what if you really need a release? Ways below can be applied to have at least some time to refresh yourself.

1.    Have a bath
Bath time, especially after a long day work, has its own appeal. Warm water, bubbly soap, and some aroma therapy can be good things to throw away your stiffness. You can soak in a bathtub while listen to soft music, or reading (just don’t soak your book or newspaper with you, that will be bad) help you relax.

2.    Doing hobbies
Everyone have at least a hobby, one thing that interests you and makes you easily forget what cause you a headache in a first place. That could be gardening, crafting, painting, sketching, reading, singing, or just laying lazily ;))

Taking one day off of work won’t be hurt especially when you really stuck with it and not having time for yourself. Doing things you like will refresh your mind and when you get back to work, you’ll feel energized, full of spirit, and may be come up with some ideas to fasten your work. Sometimes idea does come in a very unexpected place and time.

3.    Hang out with friends
This activity helps you strengthen your friendship with your colleagues. For example, goes to karaoke together, or watching now playing movie, or just dinner in some restaurant. A group activity outside working field can enhance your understanding about your colleagues. Maybe you find him/her annoying at work, but when you guys hang out together, he/she might be a nice person to know. Some people build different personality while at work or in public and private. Building an image for your self is hard to do, and maintain it would be harder. That’s why company always has an outing family day in order to get to know each other better.

4.    Taking your leave
Ordinary, as an employee, we have 12 days leave. Some people use them a day each month, or take them few days in a couple months. Anyhow, those days are for you to use as much fun as you can. You can keep it for special occasion, may be planning vacation somewhere that needs a full week, or few days to celebrate your wedding anniversary, or else. That’s a way make you sane when you come to office after.

5.    Shopping
This is not recommended but some people find it god for a distraction. Why’s it not recommended? First, you’ll have spent lots of money. Second, that’s not a very productive thing to do, least you need some things urgent. 😀

release tension at work

Anyway, you can use this time to buy an interesting reading, some material for your crafting, basic essential for daily life, or well, just anything you like. Visiting new shop in town might worth your time. See if there’s a counter didn’t find at your usual shop. Visiting new place means that you’re able to meet new people thus widen your knowledge and get new acquaintances. In the end, this looks rather productive I guess.

Thus far, my best way to keep me sane at work is doing random things to distract me for a while. That would be drawing abstract in a piece of paper, folding paper or should you say origami, surfing web news to get update for what’s trending in the world. While at home, I do chores obviously and reading novel at bed time, consider it as a bed time story. A cup of coffee in the morning helps me keep my spirit up for a day, and taking another cup in afternoon help me erase headache. No scientific research at that though.

Next thing I’d like to do is cooking. I have these 2 best friends to accompany me cooking, or rather they’re cooking while I’m watching and helping them. I want to try us make a full course meal. Any suggestion what we should try to cook? We’re not professional so they have to be simple course.

It’s very tricky to find a way to release tension from work. Just don’t make your day off a disaster. Have a nice night.

Sebagai pengendara motor yang tiap hari harus mengarungi belantara jalan raya demi menuju kantor, suka kesel sendiri kalo ada driver yang nyetirnya ngawur. Bukan berarti gue driver yang superperfect, but at least gue selalu berusaha mematuhi rambu-rambu lalu lintas alias tertib lalulintas.

Pengetahuan basic buat pejuang jalanan adalah tahu dan paham maksud dari rambu-rambu lalu lintas. Meskipun pas ngurus SIM dulu gak pake ngisi ujian rambu-rambu, tapi ya paham juga kali itu “pajangan” di pinggir jalan, entah itu warna kuning, merah, ijo. Jangan lupain juga marka jalan. Banyak peristiwa kecelakaan yang terjadi hanya karena driver-driver itu ga ngacuhin marka jalan dan melanggar lampu lalu lintas. Duh!

Pengguna Jalan
Yuk kenali siapa aja para pengguna jalan.
1. Pengendara motor
2. Pengendara mobil
3. Pengendara umum (angkot, bus kota, taxi, angguna, dll)
4. Pengendara kendaraan dinas (polisi, truk pertamina, mobil peti kemas, tangki, dll)
5. Pengendara sepeda onthel
6. Pejalan kaki

Gak diragukan lagi, persentase paling banyak adalah pengendara motor. Bejibun bo,, habisnya kreditnya makin gampang sih. Mulai dari sepeda motor model jadul, vespa, sepeda modifikasi, moge, etc. Sebagai salah satu anggota di golongan pengendara motor, gue kadang juga kesel sendiri kalo jadinya saling serobot. Apa lagi pas kondisi macet. Arrrghhh!! Bikin stress deh.

Disusul di peringkat 2 dengan pengendara mobil dan umum. Tapi masih jomplang lah itu perbandingannya. Jelas masih banyakan mobil pribadi daripada mobil umum. Menurut saya pribadi, punya mobil itu prospeknya ga bagus karena lama nyampenya, ngabisin uang bbm karena lama di jalan, biaya operasionalnya tinggi, dan banyak faktor lainnya. Lagian, sayang aja kalo 1 mobil isinya cuma 1 orang. That’s why gue pingin fasilitas kendaraan umum itu ditingkatkan lagi, angkot ga ngetem, ga narik penumpang di tiap gang (ini juga nih yang bikin macet, belum lagi berhenti dadakan buat nurunin penumpang).

Alhasil, karena membludaknya pengendara motor dan mobil pribadi, pengendara sepeda onthel dan pejalan kaki jadi makin tersingkir. Ga mungkir kalo sering kali pengendara motor nyerobot trotoar karena pingin cepet sampai di tempat tujuan. Ga peduli itu di trotoar ada pejalan kaki yang lagi mau nyebrang ato jalan ke mana gitu. Pokoknya berasa jalan milik sendiri.

Bagian-bagian Jalan
Badan jalan adalah bagian jalan yang dibagi jalurnya. Jalan kecil biasa dibagi 2 jalur, jalan besar bisa sampai 4 atau 6 jalur. Di bagian tengah badan jalan ada garisnya sebagai tanda, entah itu garis sambung atau putus-putus. Nah itu artinya juga beda-beda. So, pengendara musti paham niy hal-hal yang kaya gini. Biar ga asal main serobot ala slonong boy.

Bahu jalan adalah bagian di pinggir jalan, biasanya udah keluar dari aspal jalan. Bagian ini yang biasanya dibikin trotoar atau dibiarin lempeng aja. Fungsinya biar kalau ada situasi tak terduga, pengendara bisa berhenti dan ga ngaling-ngalingin jalan. Sasaran empuk pengendara motor nih. Kalo macet-macet suka asal pake aja.

Rambu Lalulintas
Gue gak akan ngoceh soal macem-macem rambu lalulintas deh. Gue cuma pingin sharing aja hal-hal yang biasanya dilakukan kita para driver baik sengaja atau ga.

Hal pertama yang sering bikin emosi jiwa adalah pas lampu lalu lintas merah, tapi ga ada yang mau berhenti. Pada nyerobot semua. Ato ga kalo berhenti sampe maju banget nutupin zebra cross penyebrangan jalan. Nah, kalo zebra cross ketutup, thu pejalan kaki nyebrangnya mau gimana coba? Nyepit-nyepit di antara mobil dan motor gitu? Kesian banget. Kalo gitu mah gue ogah jalan kaki, ga dikasih kesempatan banget. Bayangin ribetnya nyebrang jalan kalo harus nyelempit gitu. Arrrr,,,

Plis deh para driver, kalau pas berhenti di persimpangan itu di belakang garis putih sebelum zebra cross. Jangan bilang itu teorinya, kalo kita ga praktik dari sekarang, kapan manusia Indonesia bisa tertib lalulintas? Omaigod! Gue jadi keingetan ada salah satu scene di film seri apa gitu, nyetir mobil di tengah malem, pas di persimpangan lampu traffic nyala merah. Dia tetep berhenti thu, di belakang garis lagi. Meskipun dari arah lainnya ga ada kendaraan yang lewat, tetep dia berhenti. Nah, itu yang pingin gue terapin ke diri gue.

Next, selalu kasih tanda kalo mau pindah jalur. Itu gunanya lampu kelip-kelip kuning alias lampu sign di kendaraan anda. Sering thu ngeliat pengendara sok bermanuver ria pindah dari jalur kanan ke kiri atau sebaliknya tapi ga pake nge-sign. Betapa ya itu, kalo aja di belakangnya sepi kendaraan ato jaraknya jauh. Lha kalo jaraknya deket, apa kabar kalo nyerempet? Ujung-ujungnya bisa jatoh, gedubrak. No no,, jangan sampe kejadian.

Khusus pengendara motor, ada kebijakan safety riding. Nyalain lampu meski di siang hari. Hmm,, ini dulu maksudnya apa ya? Kalo ga salah buat meminimalisasi kejadian kecelakaan deh. Sering banget ada pengendara mobil ato truk yang ga ngeh kalo ada motor di belakangnya gitu?

Dua hal itu yang bikin dongkol. Penerabasan lampu lalulintas dan ga kasih tanda waktu pindah jalur. Beberapa kali sempat hampir keserempet karena ada pengendara yang seenak udel main belok.

Cek Kendaraan Sebelum Berangkat dan Pulang
Kalo pengendara motor, cek deh itu lampu depan nyala ga, lampu sign masih oke ga. Jangan lupa pakai helm yang bener. Itu juga buat keselamatan kita lho, bukan buat orang lain. Cek bensinnya, jangan sampe keabisan di tengah jalan dan harus ndorong jauh banget. Cape bo!

Spion, itu juga penting lho. Itu buat kita cek situasi apakah aman kalo kita mau ke kiri ato kanan. Jangan sampe spion diganti sama yang mini sampe ga bisa buat ngeliat apa-apa. Spion itu bukan aksesoris, coy.

Buat pengendara mobil, jangan lupa pasang sabuk pengaman. Cek juga lampu, bensin, ban, spion, dll. Siapin stamina buat perjalanan yang lama akibat macet.

So, happy riding ya. Ayo mulai tertib lalulintas biar semuanya enak. Pengguna jalan itu banyak lho,, jangan suka egois sendiri ya.

Update playlist. Ini adalah ocehan soal list lagu yang ada di playlist. Yuk mare….

Karena saya lagi bosen sama playlist saya yang mayoritas isinya lagu jadul, nah akhirnya browsing di Internet buat cari lagu yang out of ordinary. Nyasarnya ke site Eurovision dan akhirnya download mp3 lagu para kontestan. *maaf, bukan maksud hati buat mbajak, tapi apa daya*

Saya kenal Eurovision tak lain tak bukan adalah dari sobat tercinta saya @aicchan. Tahun lalu, 2011, kalau ga salah, dia mulai ngenalin saya ke lagu-lagunya Eurovision.

Apa sih Eurovision?
Berdasarkan kata om Wiki, Eurovision adalah kompetisi nyanyi tahunan yang diadakan oleh negara-negara Eropa yang tergabung di European Broadcasting Union.

eurovision

Total ada 41 negara yang ikutan *cek sendiri ya, negara mana aja yg ikutan. Berkutatlah mencatat siapa penyanyi dan judul lagunya. Turut senang juga ada mba Anggun yang mewakili Prancis [ahhh,, warga yang berbakat yang hijrah]. Setelah berhasil download, ada beberapa lagu yang paling saya suka. Apa aja thu??

1. Bulgaria: Sofi Marinova – Love Unlimited
2. Turkey: Con Bonomo – Love Me Back
3. France: Anggun – Echo (You and I)
4. Cyprus: Ivi Adamou – La La Love
5. Iceland: Greta Salóme & Jónsi – Never Forget
6. Latvia: Anmary – Beautiful Song
7. Lithuania – Donny Montell – Love is Blind

Abis denger lagunya, penasaran sama performance-nya. Wow! Panggungnya segede gaban gitu *eh, bukan gede deh, tapi luas* Kreativitas koreografinya itu,, duuuhhh,, bikin ngiri. Meski ada yang tampil sendiri, tapi tetep panggung ga kerasa kosong. Entah seluas apa itu ruangannya.. *aarrrr

Okeh, selain lagu dari koleksi Eurovision, apa lagi isi playlist saya selanjutnya?

maroon 5Berhubung di radio lagi gencar banget lagunya grup band Maroon 5, walhasil saya jadi penasaran sama albumnya. Well, ada beberapa yang sering nangkring di playlist saya:
1. Payphone
2. Wipe Your Eyes
3. One More Night
4. Sad
5. Beautiful Goodbye

usherNext, ada album dari Usher. Lagu yang paling sering nangkring di playlist:
1. Scream
2. Climax
3. Twisted
4. Numb

Lanjut, ada Linkin Park dari album Living Things 2012. Khusus LP, semuanya saya suka, especially Echo dan Castle of Glass.

linkin park

Oh, sori, ada yang ketinggalan. Ada 1 lagu nyempil, judulnya Sakura Naik Delman. Kocak de ah. So ya ya,, ini playlist lagi supercampuraduk,, tapi i’ts okay lah,, as long as bisa menghibur.. ^_^